Raup Muin Berharap Bandara Nusantara Jadi Lokomotif Ekonomi Daerah, Bukan Sekadar Simbol IKN

Edy Suratman Yulianto

Ketua DPRD Kabupaten PPU, Raup Muin. (Ist)
Ketua DPRD Kabupaten PPU, Raup Muin. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Pembangunan Bandara Nusantara di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), terus menunjukkan progres signifikan. Proyek strategis nasional seluas 621 hektare yang berada di wilayah Kelurahan Pantai Lango dan Kelurahan Gersik ini ditargetkan rampung pada Maret 2025, dan digadang-gadang menjadi salah satu tulang punggung konektivitas menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ketua DPRD Kabupaten PPU, Raup Muin, menyampaikan apresiasinya atas komitmen pemerintah pusat dalam percepatan pembangunan bandara ini. Ia berharap keberadaan Bandara Nusantara bukan hanya sekadar mendukung mobilitas IKN, tetapi juga mampu menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi lokal dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Benuo Taka.

“Bandara ini jangan hanya jadi gerbang masuk ke IKN, tapi juga jadi pintu rezeki bagi masyarakat kita. Dampak ekonominya harus dirasakan langsung oleh warga Penajam,” tegas Raup.

Ia menilai, dengan rampungnya pembangunan terminal penumpang, menara Air Traffic Control (ATC), kantor administrasi, konektivitas jalan, dan fasilitas ibadah, potensi geliat ekonomi di sekitar bandara sangat besar. Apalagi, sektor-sektor pendukung seperti transportasi, perhotelan, kuliner, perdagangan, dan properti diprediksi akan berkembang pesat seiring beroperasinya bandara.

“Investasi pasti akan datang, karena akses sudah terbuka. Dan ini akan berdampak pada bertambahnya sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari sektor pajak seperti PBB, BPHTB, hingga retribusi usaha,” jelasnya.

Namun, Raup juga mengingatkan agar masyarakat Kabupaten PPU tidak hanya menjadi penonton dalam transformasi besar ini. Ia menekankan pentingnya menyiapkan SDM lokal yang mampu bersaing, agar tidak semua peluang usaha dan pekerjaan justru diambil oleh pendatang.

“Kita ingin masyarakat PPU ikut berperan aktif, bukan hanya melihat dari jauh. Sekarang waktunya mempersiapkan diri, ikut pelatihan, tingkatkan kompetensi, baik di sektor formal maupun wirausaha,” ujarnya.

DPRD Kabupaten PPU juga mendorong pemerintah kabupaten untuk menyusun strategi terpadu, mulai dari pelatihan tenaga kerja, pemetaan potensi UMKM, hingga penguatan infrastruktur pendukung kawasan ekonomi sekitar bandara.

“Kalau kita kelola ini dengan tepat, Bandara Nusantara bukan hanya jadi ikon, tapi jadi motor penggerak ekonomi baru bagi Penajam Paser Utara,” pungkasnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses