Panen Padi Melonjak, Dispertan PPU Sebut Berkat Pola Tanam dan Pemilihan Bibit Unggul

Edy Suratman Yulianto

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten PPU, Gunawan. (Ist)
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten PPU, Gunawan. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Kabar menggembirakan datang dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Produktivitas panen padi di wilayah ini mengalami lonjakan signifikan pada Maret 2025. Dua kecamatan mencatatkan hasil luar biasa, Kecamatan Penajam dengan produktivitas mencapai 6,6 ton per hektar (Ha), sementara Kecamatan Waru tak kalah tinggi dengan capaian 6,3 ton per Ha.

Capaian ini jauh melampaui hasil rata-rata sebelumnya yang hanya sekitar 4 ton per hektar. Peningkatan ini disambut antusias oleh para petani dan pemerintah daerah sebagai bukti bahwa inovasi dalam sistem pertanian mampu memberikan dampak besar terhadap hasil panen.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten PPU, Gunawan, mengungkapkan bahwa lonjakan produktivitas ini tak lepas dari perubahan pola tanam yang dilakukan para petani. Mereka kini telah menerapkan sistem tanam pindah yang dinilai lebih efektif dalam menghasilkan padi berkualitas tinggi.

“Sudah pakai tanam pindah. Yang kedua, varietas padi yang ditanam memang kualitasnya bagus karena merupakan varietas-varietas unggul. Benihnya itu termasuk yang direkomendasikan dan memiliki produktivitas tinggi,” ujar Gunawan.

Penggunaan varietas unggul seperti Inpari 43, Inpari 32, dan Inpari 42 disebut sebagai kunci keberhasilan. Benih-benih ini dikenal memiliki daya tahan terhadap hama dan penyakit serta mampu beradaptasi dengan baik terhadap kondisi iklim lokal, sehingga hasil panen bisa lebih maksimal.

Gunawan optimistis bahwa metode ini tidak hanya bisa diterapkan di Penajam dan Waru saja. Ia percaya, jika kecamatan-kecamatan lain seperti Babulu juga mengadopsi sistem tanam pindah dan menggunakan benih unggul, maka hasil serupa dapat tercapai.

Ia juga menyebut Kecamatan Babulu sebagai daerah yang memiliki potensi besar untuk menyamai bahkan melampaui hasil panen tersebut. Dengan kondisi lahan yang mendukung dan sumber daya petani yang mumpuni, Babulu dinilai sangat mungkin mencapai produktivitas hingga 6 ton per hektar.

“Kalau seandainya diterapkan tanam pindah dengan varietas unggul seperti Inpari 43 atau 32 atau 42, insya Allah rata-rata produktivitasnya bisa seperti yang dicapai sekarang,” tambahnya. (adv/kmf/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses