Edy Suratman Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersiap menggelar Pameran Pembangunan dan Teknologi Tepat Guna (TTG) yang akan berlangsung selama empat hari, mulai 30 April hingga 3 Mei 2025. Kegiatan ini akan menjadi ajang unjuk gigi kemajuan pembangunan dan inovasi teknologi dari berbagai sektor.
Digelar di pusat kota, pameran ini akan diramaikan oleh berbagai instansi, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelaku UMKM, komunitas seni, serta perwakilan peserta dari kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur. Kehadirannya akan memberikan warna tersendiri dalam perhelatan yang dikemas secara meriah ini.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat PPU, Nicko Herlambang, saat memimpin rapat persiapan, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor demi kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
“Pameran ini bukan hanya perayaan ulang tahun daerah, tapi juga menjadi etalase bagi capaian pembangunan, potensi, dan inovasi di Kabupaten PPU. Kita ingin menunjukkan pada masyarakat, serta para tamu dari seluruh Kalimantan Timur, bahwa PPU terus bergerak maju,” ujar Nicko.
Rapat tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) PPU Dewi Yuliana, perwakilan dari Delta Organizer selaku event organizer, serta sejumlah OPD terkait. Sejumlah hal teknis turut dibahas, mulai dari penataan lokasi pameran, konsep acara, teknis pelibatan peserta, hingga strategi publikasi dan promosi.
Tak hanya pameran dan TTG, kegiatan ini juga akan diramaikan oleh penampilan seni dan budaya. Ketua Dekranasda PPU, Dewi Yuliana, menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh acara ini dengan menampilkan kesenian lokal sebagai bagian dari pelestarian budaya daerah.
Dengan semangat kolaborasi dan persiapan yang matang, Pameran Pembangunan dan Gelar TTG tingkat Provinsi Kaltim di PPU ini diharapkan dapat berlangsung sukses, meriah, dan memberi dampak positif, baik bagi masyarakat PPU maupun seluruh daerah di Kalimantan Timur.
“Kami ingin menghidupkan suasana pameran dengan sentuhan budaya lokal. Ini juga menjadi momentum penting untuk mengenalkan kekayaan seni PPU kepada khalayak yang lebih luas,” kata Dewi. (ip/log)
















