Dukung Ketahanan Pangan, Distan PPU Bentuk 29 Brigade Pangan Garap Ribuan Hektar Lahan

Edy Suratman Yulianto

Andi Trasodiharto, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PPU. (Ist)
Andi Trasodiharto, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PPU. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus menggenjot program ketahanan pangan melalui sinergi lintas sektor. Salah satu langkah strategis yang tengah dijalankan adalah pembentukan Brigade Pangan, sebuah program kolaboratif yang merupakan bagian dari optimasi lahan pertanian.

“Program ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Tujuannya untuk mengoptimalkan lahan-lahan tidur atau belum tergarap, terutama di sektor pertanian padi,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PPU, Andi Trasodiharto.

Melalui program ini, Distan Kabupaten PPU menargetkan pembukaan dan pengelolaan lahan seluas 5.896 hektare di wilayah Penajam Paser Utara. Untuk mendukung realisasi target tersebut, dibentuk 29 Brigade Pangan sebagai motor penggerak utama di lapangan.

“Setiap brigade terdiri dari 15 orang. Mereka inilah yang akan menjadi ujung tombak percepatan tanam dan pengelolaan lahan di masing-masing wilayah. Inilah juga jawaban dari semangat petani milenial yang ingin lebih aktif dan profesional di sektor pertanian,” jelas Andi.

Tak hanya dibentuk lalu dilepas, setiap brigade ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat, mulai dari ongkos tanam, ongkos pengolahan dan pembukaan lahan, hingga bantuan alat mesin pertanian seperti traktor roda empat.

“Alat pertanian ini disediakan khusus untuk brigade, bukan kelompok tani. Karena masing-masing brigade mengelola luasan yang berbeda. Contohnya di Desa Sidorejo, ada sekitar 265 hektare yang menjadi target pengelolaan. Di Salat Loang, bisa sekitar 180 hektare. Bahkan, satu desa bisa punya lebih dari satu brigade kalau lahannya luas,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan program ini, Dinas Pertanian Kabupaten PPU juga menggandeng TNI, khususnya melalui kerja sama dengan Kodim setempat. Peran TNI, menurut Andi, sangat krusial dalam membangun dan memperbaiki infrastruktur pendukung seperti sistem irigasi.

Dengan program ini, Distan Kabupaten PPU berharap percepatan tanam bisa terwujud secara merata dan berkelanjutan. Brigade Pangan diharapkan mampu menjadi model pengelolaan pertanian modern berbasis kerja tim dan teknologi, sekaligus menjadi peluang nyata bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam pembangunan sektor pertanian di daerah.

“Kalau ada irigasi yang macet atau saluran air tidak optimal, Pak Dandim dan tim akan turun tangan. Baik dengan cara manual maupun menggunakan alat berat. Ini bagian dari sinergi kami untuk memastikan air bisa mengalir lancar ke lahan-lahan pertanian,” ujar Andi. (adv/kmf/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses