Pasokan Elpiji Subsidi 133 Pangkalan di Kabupaten PPU Lancar

Bagus Purwa

Proses pengisian gas elpiji tiga kilogram di SPBE Tanjung Priok. (Ist)
Proses pengisian gas elpiji tiga kilogram di SPBE Tanjung Priok. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Pasokan elpiji subsidi 133 pangkalan pemegang izin penjualan elpiji tabung ukuran tiga kilogram, di Kabupaten Penajam Paser Utara, lancar sesuai jadwal yang ditetapkan PT Pertamina (Persero).

“Elpiji subsidi tersedia di pangkalan dan aman,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Kukmperindag) Kabupaten Penajam Paser Utara Marlina di Penajam.

“Pasokan elpiji tabung ukuran tiga kilogram di 133 pangkalan pemegang izin penjualan elpiji subsidi itu berjalan lancar sesuai jadwal Pertamina,” tambahnya.

Hasil pantauan di lapangan, lanjut dia, elpiji subsidi yang juga dikenal tabung gas melon itu tersalurkan kepada warga sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

Jatah elpiji subsidi Kabupaten Penajam Paser Utara lebih kurang 5,18 metrik ton atau kisaran 1.726 tabung elpiji ukuran tiga kilogram per tahun, ditempatkan di 133 pangkalan pemegang izin, yang dipasok dari lima agen resmi PT Pertamina.

Pemerintah kabupaten tengah menunggu aturan resmi dari pemerintah pusat, kata dia, menyangkut warung kecil (pengecer) menjual elpiji subsidi dijadikan sebagai sub pangkalan.

Keberadaan sub pangkalan diharapkan warga dapat memperoleh elpiji tabung ukuran tiga kilogram lebih mudah tanpa harus bergantung kepada pengecer yang menjual tabung gas melon di atas harga eceran tertinggi (HET)

“HET elpiji subsidi di Kabupaten Penajam Paser Utara untuk isi ulang Rp22.000 per tabung,” jelas Marlina.

Harga jual isi ulang tabung gas melon di sub pangkalan juga mengikuti HET yang telah ditetapkan, dan pengawasan bakal terus dilakukan sesuai aturan yang berlaku agar pendistribusian elpiji subsidi tepat sasaran. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses