Bagus Purwa

Penajam, helloborneo.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan bantuan berupa 64.500 kelambu insektisida antimalaria untuk mencegah penyebaran malaria di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.
“Kelambu insektisida antimalaria dibagikan di wilayah terindikasi endemis malaria,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara Jansje Grace Makisurat di Penajam.
Kelambu insektisida antimalaria, lanjut dia, dibagikan melalui masing-masing puskesmas yang berada di wilayah endemis malaria.
“Kami targetkan pada 2028 bebas malaria, termasuk di wilayah Kota Nusantara,” jelasnya.
Kasus malaria tercatat hanya sekitar 25 persen penularan terjadi di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, sekitar 75 persen penularan di daerah perbatasan antara Kabupaten Penajam Paser Utara-Kabupaten Paser dan Kabupaten Penajam Paser Utara-Kabupaten Kutai Barat.
Kelambu insektisida antimalaria untuk menanggulangi penyebaran malaria di Kabupaten Penajam Paser Utara, karena kasus malaria masih ditemukan di daerah yang dikenal sebagai Benuo Taka itu, kendati bukan kasus lokal.
Kelambu insektisida antimalaria bantuan Kemenkes paling banyak dibagikan di Kecamatan Sepaku yang menjadi wilayah ibu kota Indonesia, kata Jansje Grace Makisurat, diutamakan untuk pegawai dan pekerja yang terlibat proyek konstruksi pembangunan Kota Nusantara.
Kemudian pembagian kelambu insektisida antimalaria juga untuk ibu hamil dan pekerja yang tinggal di kawasan hutan di Kelurahan Sotek dan Kecamatan Babulu. (log)
















