Bagus Purwa
Penajam, helloborneo.com – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyiapkan ekowisata di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) Kota Nusantara, ibu kota Indonesia berlokasi di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.
“Saat ini, baru ada Miniatur Hutan Tropis sebagai lokasi penanaman bila ada tamu besar yang datang ke Kota Nusantara,” jelas Kepala OIKN Basuki Hadimuljono di Sepaku, Penajam Paser Utara.
Direncanakan pada tiga tahun ke depan tidak hanya Miniatur Hutan Tropis yang dikunjungi, lanjut dia, tetapi banyak kawasan ekowisata dengan lokasi yang berdekatan.
OIKN mengupayakan melakukan pembenahan kawasan kemping mewah (glamping) di Kota Nusantara sebagai wisata warisan (heritage), kemudian juga bakal membangun Taman Pusat Anggrek di atas lahan 67 hektare.
“Kedua pembangunan kawasan ekowisata itu baru masuk tahap lelang,” ujarnya.
OIKN juga telah menyiapkan lahan dengan luas 225 hektare, lokasi Taman Safari Indonesia di ibu kota Indonesia, yang masih dalam proses pengerjaan dan ditargetkan dimulai akhir tahun ini.
“Pengerjaan Taman Safari Indonesia itu selesai dalam waktu dua tahun,” katanya.
Semua kawasan ekowisata tersebut dibangun berdekatan dengan Miniatur hutan Tropis, Basuki Hadimuljono menimpali lagi, yang berada di tengah atau di pusat Kota Nusantara.
Kawasan Taman Anggrek, Taman Safari Indonesia dan wisata warisan tersebut dibangun berdekatan dengan Miniatur Hutan Hujan Tropis ibu kota Indonesia. (log)
















