Anggota DPRD Kabupaten PPU, Mahyuddin. (Ist)

Anggota DPRD Penajam imbau warga waspada penipuan lowongan kerja

Bagus Purwa

Anggota DPRD Kabupaten PPU, Mahyuddin. (Ist)
Anggota DPRD Kabupaten PPU, Mahyuddin. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara Mahyudin, mengimbau warga setempat agar waspada terhadap penipuan dengan modus lowongan kerja yang saat ini marak di media sosial.

“Warga harus berhati-hati agar tidak menjadi korban penipuan lowongan kerja yang banyak diposting di media sosial,” ujar politikus Partai Gelora itu di Penajam.

Modus penipuan tersebut semakin beragam, biasanya pelaku menghubungi korban melalui pesan singkat (SMS) atau panggilan telepon dengan tawaran pekerjaan yang menjanjikan gaji besar.

Salah satu modus yang sering digunakan adalah meminta korban untuk mentransfer sejumlah uang sebagai syarat diterima bekerja, jelas dia, setelah uang ditransfer, pelaku menghilang dan tidak bisa dihubungi lagi.

“Pelaku manfaatkan kondisi korban dengan tawarkan gaji besar tapi justru minta uang terlebih dahulu sebelum korban bisa bekerja,” tambahnya.

Mahyudi juga menyoroti kebocoran data perbankan yang semakin meningkat akibat aksi peretasan (hacking) yang dapat menyebabkan kerugian finansial bagi masyarakat, jika tidak disikapi dengan kewaspadaan.

“Kami imbau warga untuk lebih waspada terhadap pesan atau panggilan telepon nomor tidak dikenal,” katanya.

Jika, menerima informasi menyangkut lowongan kerja, masyarakat diminta untuk selalu melakukan verifikasi kepada pihak yang berwenang, jangan sampai tergiur dengan tawaran pekerjaan yang terkesan tidak masuk akal.

Tawaran kerja yang menjanjikan gaji tinggi tanpa proses seleksi yang jelas patut dicurigai, menurut Mahyudin, diharapkan masyarakat semakin bijak menggunakan media sosial dan lebih berhati-hati agar tidak menjadi korban penipuan. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses