
Jakarta, helloborneo.com – Dalam rangka memperkuat komitmen terhadap Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI), anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, menggelar program pelatihan Pastrypreneur yang ditujukan bagi masyarakat di lingkungan RW 08, Desa Pandansari.
Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senior Manager Corporate Secretary PT PMLI, Wuri Hendrayani, menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme para peserta pelatihan tersebut.
“Kami melihat para peserta sangat antusias mengikuti program Pastrypreneur ini.” ucap Wuri Hendrayani saat sambutan di acara Pelatihan “Pastrypreneur” di Ciawi, Bogor.
Ia berharap, PMLI dapat mendorong peserta agar terpacu untuk membuka peluang usaha sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga di wilayah RW 08 ini.
“Kita tahu area ini merupakan lokasi strategis sebagai akses jalan berwisata ke puncak sehingga memiliki banyak kesempatan dan peluang wirausaha,” ujar Wuri.
Program ini merupakan implementasi dari program prioritas TJSL Pelindo di bidang Pengembangan Usaha Menengah Kecil (UMK).
Selain itu, pelatihan ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya poin “Tanpa Kemiskinan”, “Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi”, “Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab”, serta “Kemitraan untuk Mencapai Tujuan”.
Berlangsung di Lantai 2 Resto Pelindo Residence, program ini diikuti oleh 18 peserta yang merupakan perwakilan dari Karang Taruna dan PKK RT 01 sampai RT 04 di RW 08 Desa Pandansari.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 10 Juli 2025 ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan HUT ke-12 PMLI yang jatuh pada tanggal yang sama, serta sebagai bentuk syukur dan kontribusi sosial perusahaan.
Pelatihan Pastrypreneur sendiri telah dimulai sejak tahun 2024, dimulai dari pelatihan membuat aneka olahan kue hingga pembekalan materi pemasaran. Pada November 2024, peserta juga telah mendapatkan pembinaan dan dilakukan evaluasi pascapelatihan.
Kini, hampir setahun kemudian, program memasuki tahap ujian keterampilan bertema “Master of Pastry”. Dalam tahap ini, para peserta menunjukkan kemampuan mereka dalam membuat produk pastry dengan alat dan bahan yang telah disediakan oleh panitia.
PMLI meyakini bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis keterampilan praktis merupakan langkah konkret dalam mendorong kemandirian ekonomi, khususnya di wilayah penyangga wisata seperti Pandansari.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan usaha mandiri berbasis pastry yang tidak hanya memberi nilai tambah ekonomi, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan. (ip/log)
















