Bagus Purwa

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, memperkuat penanganan sampah dengan menambah sarana prasarana, termasuk menangani sampah di sekitar kawasan Kota Nusantara, ibu kota Indonesia di Kecamatan Sepaku.
“Sarana prasarana ditambah secara bertahap untuk perkuat tangani sampah,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Penajam Paser Utara Safwana di Penajam.
Fokus penambahan sarana prasarana, lanjut dia, untuk mencegah terjadi tumpukan sampah di tempat yang bukan tempat pembuangan sampah di sejumlah wilayah.
“Tahun ini, akan bangun dua tempat penampungan sementara (TPS), dana sudah dialokasikan Rp18 juta,” tambahnya.
Penambahan sarana prasarana diharapkan dapat memaksimalkan pengelolaan sampah serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga melakukan penambahan empat unit armada pengangkut sampah pada tahun ini, alokasi dana Rp200 juta dengan harga Rp50 juta per unit m.
“Operasional armada pengangkut sampah yang baru tersebut berbeda dengan armada pengangkut sampah yang sudah ada,” katanya.
Armada pengangkut sampah yang baru bakal langsung mendatangi rumah warga dan toko atau warung mengambil sampah untuk dibuang ke TPA, ia menimpali lagi, sebelum dibawa ke tempat pemrosesan akhir (TPA) Buluminung.
“Armada pengangkut sampah yang lama operasional hanya menuju ke titik tempat sampah yang sudah disediakan,” jelas Safwana lagi.
Kehadiran Kota Nusantara yang dibangun di Kecamatan Sepaku, menyebabkan produksi sampah ikut meningkat, tercatat peningkatan hingga 100 persen dari 2022 ke 2023 dan dari 2023 ke 2024 juga tercatat meningkat sekitar 100 persen.
Produksi sampah saat ini mencapai kisaran 51,69 ton per hari, sehingga penambahan sarana prasarana sangat perlu agar kawasan tetap bersih, termasuk menangani sampah di sekitar kawasan ibu kota Indonesia. (log)
















