Bagus Purwa

Penajam, helloborneo.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara Sariman menyebut, jalan usaha tani yang memadai bakal memicu peningkatan produktivitas pertanian di daerah berjuluk Benuo Taka itu.
“Akses jalan yang layak jadi faktor penting mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian,” ujar Sekretaris Komisi III DPRD Penajam Paser Utara itu di Penajam, Jumat.
“Kondisi jalan rusak kerap adi kendala bagi petani dan pekebun dalam mengangkut hasil panen,” tambahnya.
Jika dibuat berlarut-larut dapat berdampak pada menurunnya produktivitas sektor pertanian, untuk itu perlu koordinasi yang lebih erat antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara dengan unit pelaksana teknis pekerjaan umum (UPT PU) kecamatan.
“Dinas PUPR perlu lakukan koordinasi dengan UPT PU di masing-masing kecamatan untuk lakukan penanganan jalan usaha tani agar lebih efektif,” jelasnya.
UPT PU, lanjut dia, harus didukung dengan ketersediaan material agar bisa langsung menangani perbaikan jalan tanpa harus menunggu proses yang berbelit-belit.
Kalau hanya sekadar meratakan jalan dengan alat berat tidak cukup untuk mengatasi masalah kerusakan jalan usaha tani, sebab saat hujan jalan yang diperbaiki dengan sekedarnya bakal kembali rusak, bahkan lebih parah dari sebelumnya.
Alokasi anggaran perbaikan jalan usaha tani tahun sebelumnya mencapai ratusan miliar rupiah serta dengan alat berat dan material yang telah disiapkan pemerintah kabupaten, menurut dia, langkah perbaikan seharusnya bisa berjalan lebih optimal.
Material lokal salah satunya tanah laterit harus dimanfaatkan kerena dinilai lebih ekonomis, tetap efektif, timpal dia lagi,
jenis tanah tersebut lebih tahan terhadap cuaca, tidak berdebu saat kering, serta tidak licin saat musim hujan.
“Di Kecamatan Babulu, tanah laterit tersedia dalam jumlah besar. bisa jadi solusi yang lebih efisien dalam perbaikan jalan usaha tani,” ucapnya. (adv/log)
















