Bagus Purwa

Penajam, helloborneo.com – Legislator atau anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)!Kabupeten Penajam Paser Utara Sariman menilai sektor peternakan bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara, seiring perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Potensi peternakan perlu perhatian seiring dengan berkembangnya IKN, karena bisa jadi sumber ekonomi warga,” ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu di Penajam.
Peluang pasar semakin terbuka dengan keberadaan IKN, sehingga peternak lokal harus diberdayakan dan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan daging yang diperkirakan bakal meningkat dengan perkembangan ibu kota Indonesia itu.
Sektor peternakan bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, kata dia, khususnya peternakan kambing yang berada di Kecamatan Sepaku.
Dengan posisi strategis Kecamatan Sepaku yang berada di sekitar IKN, lanjut dia, produk peternakan memiliki prospek cerah ke depan.
“Kami ingin warga Sepaku tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan IKN, tetapi juga bisa berperan aktif,” tambahnya.
Peran aktif masyarakat Kecamatan Sepaku tersebut dapat diwujudkan salah satunya melalui peternakan kambing, jika dikelola dengan baik tentu bakal menjadi sumber ekonomi yang menjanjikan.
Upaya pemberdayaan peternak telah
direalisasikan melalui program peternakan kambing di salah satu lokasi yang berada di Kecamatan Sepaku, tetapi keterbatasan anggaran masih menjadi kendala utama dalam memperluas cakupan program tersebut ke wilayah lainnya.
“Beberapa titik sudah direncanakan untuk pengembangan peternakan kambing, tapi baru satu terealisasi karena keterbatasan anggaran,” ungkapnya.
Sebagai anggota DPRD, Sariman mendorong pemerintah kabupaten lebih memberikan dukungan kepada peternak lokal karena peluang pasar di Kecamatan Sepaku akan semakin besar dan warga harus bisa mengambil peran dalam menyediakan pasokan pangan.
“Masyarakat Seolah harus lebih dulu rasakan manfaat dari pertumbuhan ekonomi, jangan sampai banyaknya permintaan justru dipasok dari luar daerah ,” kata Sariman. (adv/log)
















