Kartu Penajam Cerdas Resmi Diluncurkan, Orang Tua Siswa Terima Rp600 Ribu untuk Pendidikan

Edy Suratman Yulianto

Bupati PPU, Mudyat Noor bersama Pimpinan Kantor Cabang Bank Kaltimtara Kabupaten PPU, Agus Setiawan melakukan penandatanganan kesepakatan Program Kartu Penajam Cerdas. (Ist)
Bupati PPU, Mudyat Noor bersama Pimpinan Kantor Cabang Bank Kaltimtara Kabupaten PPU, Agus Setiawan melakukan penandatanganan kesepakatan Program Kartu Penajam Cerdas. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi meluncurkan program Kartu Penajam Cerdas (KPC) sebagai wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan. Launching program ini berlangsung di halaman kantor bupati, Minggu (17/8/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

Peresmian KPC ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Pemkab PPU dan Bankaltimtara. Hadir dalam kesempatan itu jajaran pemerintah daerah, perwakilan perbankan, serta para undangan yang menyaksikan langsung langkah baru Pemkab PPU dalam mendukung siswa dan orang tua di Benuo Taka.

Bupati PPU, Mudyat Noor, menjelaskan Kartu Penajam Cerdas merupakan rekening tabungan yang telah terisi saldo sebesar Rp600 ribu. Dana tersebut tidak diberikan secara tunai, melainkan tersimpan dalam kartu yang nantinya dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan pendidikan.

“Kartu Penajam Cerdas ini kita luncurkan untuk meringankan beban orang tua dan pelajar. Artinya, masyarakat tidak hanya menikmati pendidikan gratis saja, tapi juga bisa merasakan fasilitas penunjang lainnya,” jelas Mudyat Noor.

Ia menuturkan, bantuan melalui KPC dapat digunakan orang tua siswa untuk membeli berbagai kebutuhan sekolah, mulai dari seragam, tas, sepatu, hingga alat tulis dan perlengkapan lainnya. Harapannya, tidak ada lagi anak-anak PPU yang kesulitan memenuhi sarana pendidikan dasar akibat keterbatasan biaya.

Meski belum dipastikan tanggal penyalurannya, Mudyat menegaskan program tersebut akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat. KPC ditujukan khusus bagi siswa kelas I SD dan kelas VII SMP yang baru memasuki tahun ajaran 2025/2026.

“Kami berharap dana ini benar-benar digunakan sesuai peruntukannya. Program ini dirancang agar bisa membantu masyarakat, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu,” tandas Mudyat.

Sebelumnya, gagasan bantuan serupa sempat menjadi sorotan Ketua Komisi II DPRD PPU, Thohiron, yang menilai dukungan pendidikan harus menyasar langsung kebutuhan pelajar. Dengan peluncuran Kartu Penajam Cerdas, pemerintah daerah menunjukkan keseriusannya menjawab tantangan tersebut. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses