
Jakarta, helloborneo.com — Utusan Khusus Presiden RI untuk Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim S. Djojohadikusumo, menegaskan pentingnya peran pelaku industri dalam mengadopsi teknologi ramah lingkungan untuk menekan emisi karbon. Hal tersebut disampaikan Hashim dalam sambutannya lewat videotron pada pembukaan The 2nd Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) 2025 di Jakarta.
Menurut Hashim, tantangan yang dihadapi sektor industri saat ini banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama dinamika global. Meski demikian, ia optimistis berbagai solusi dapat ditemukan, khususnya melalui penerapan inovasi teknologi.
“Banyak tantangan industri kita berasal dari luar negeri dan kancah internasional. Namun saya yakin ada solusi yang bisa meringankan beban kita semua, terutama melalui teknologi baru yang tepat guna dan relatif murah,” kata Hashim.
Hashim menekankan bahwa pelaku industri memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai motor penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai penyedia lapangan kerja bagi jutaan masyarakat Indonesia.
“Para pelaku industri adalah majikan dari banyak rakyat Indonesia yang mendapatkan nafkah dari sektor ini. Karena itu, saya berharap industri dapat berperan aktif dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan daya saing nasional,” ujarnya.
Ia juga berharap diskusi yang berlangsung dalam AIGIS 2025 dapat memperkuat kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha, sehingga tercipta ekosistem industri yang lebih bersih, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Hashim menyampaikan optimismenya bahwa arahan pemerintah, khususnya melalui Kementerian Perindustrian, akan memberikan panduan jelas bagi transformasi industri hijau.
“Saya yakin, ke depan kita akan bertemu dalam atmosfer dan lingkungan yang lebih bersih dan lebih ramah,” tutup Hashim.
AIGIS 2025 sendiri mengusung tema “Driving Industrial Decarbonization Through Green Industry Ecosystem” dan diikuti ribuan peserta dari berbagai pemangku kepentingan. Acara ini menjadi forum penting untuk memperkuat komitmen nasional dalam transisi menuju industri hijau. (ip/log)

















