PPU Siap Sambut Investor China, Percepat Pengembangan Kawasan Industri di Gerbang IKN

Edy Suratman Yulianto

PPU Siap Sambut Investor China, Percepat Pengembangan Kawasan Industri di Gerbang IKN. (Ist)
PPU Siap Sambut Investor China, Percepat Pengembangan Kawasan Industri di Gerbang IKN. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Penajam Paser Utara (PPU) kembali menunjukkan kesiapan menjadi daerah tujuan investasi industri berskala besar. Rombongan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) China mengunjungi Kabupaten PPU untuk meninjau potensi kawasan industri yang terletak tepat di jalur strategis proyek Kereta Api Borneo.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten PPU, Nurlaila, mengatakan pertemuan ini menjadi momen penting untuk memperkenalkan kesiapan daerah dalam menampung investor industri yang ingin beroperasi di wilayahnya.

“Pertemuan ini bukan sekadar melihat lokasi, tetapi juga memaparkan roadmap pengembangan industri di PPU agar calon investor memahami arah jangka panjangnya,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten PPU menawarkan lima kawasan industri yang telah disiapkan di beberapa kelurahan. Kawasan-kawasan ini dipilih karena kombinasi antara luas lahan, konektivitas wilayah, dan kedekatannya dengan pusat pertumbuhan baru, Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya Kabupaten PPU yang berada di gerbang IKN menjadi nilai jual yang kuat bagi investor yang ingin memanfaatkan peluang ekonomi kawasan baru ini.

Selain itu, berada di jalur strategis Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, menjadikannya lokasi ideal untuk industri berbasis logistik dan manufaktur berat. Keunggulan ini diperkuat dengan batas wilayah langsung ke Kota Balikpapan, pusat aktivitas ekonomi Kalimantan Timur, sehingga jalur distribusi dapat lebih efisien.

Nurlaila menekankan bahwa kesiapan lahan Kabupaten PPU jauh lebih baik dibanding daerah sekitarnya. Pemerintah daerah terbuka dalam proses negosiasi, termasuk penyesuaian skala lahan maupun percepatan perizinan.

“Lahan industri kami masih sangat luas dan fleksibel. Pemerintah daerah punya ruang negosiasi yang cukup agar kerja sama dapat berjalan efektif dan saling menguntungkan,” jelasnya.

Kawasan industri Buluminung menjadi bukti kesiapan PPU menampung investasi besar. Saat ini, kawasan tersebut telah dihuni beberapa perusahaan seperti Eskal, Argabareksa, dan WKP. Keberadaan perusahaan-perusahaan ini menunjukkan utilitas kawasan telah tersedia dan dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan industri.

Nurlaila menambahkan bahwa minat investor China menjadi keuntungan tambahan bagi PPU, karena Buluminung berada di jalur area pendukung proyek Kereta Api Borneo. Integrasi antara investasi industri dan sistem transportasi regional diharapkan mempercepat pertumbuhan ekonomi di PPU.

“PPU adalah wilayah dengan potensi besar dan lahan memadai. Kami siap membuka ruang kerja sama dengan investor manapun, termasuk dari China, untuk membangun kawasan industri modern yang terintegrasi dengan perkembangan IKN,” pungkasnya. (adv/kmf/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses