Ketua TP Posyandu PPU Dorong Transformasi Posyandu di PPU Menuju Generasi Emas Kaltim

Edy Suratman Yulianto

Rapat Koordinasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) 2025. (Ist)
Rapat Koordinasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) 2025. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Ketua TP Posyandu Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Dewi Yuliana, menghadiri Rapat Koordinasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) 2025 yang digelar di Gedung Olah Bebaya, Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Kamis (20/11/2025). Kehadiran Dewi menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten PPU mendukung penuh transformasi Posyandu sebagai layanan dasar kesehatan masyarakat.

Rakor yang mengangkat tema “Penguatan Transformasi Posyandu Sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa untuk Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas” ini diikuti seluruh perwakilan kabupaten/kota se-Kaltim. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua TP Posyandu Provinsi Kaltim, Sarifah Suraidah Harum, melalui sambungan online.

Dewi Yuliana tidak datang sendiri. Ia hadir bersama sejumlah perwakilan OPD PPU, seperti Kepala Bapeltibang, Plt Kepala Dinas Sosial, Kasatpol PP, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), hingga Kepala Dinas Kesehatan PPU. Hadir pula beberapa penerima penghargaan yang turut diundang dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran rombongan OPD ini menegaskan bahwa penguatan Posyandu bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan semata, melainkan upaya lintas sektor untuk mendorong kemajuan kualitas layanan masyarakat di tingkat desa.

Dewi menegaskan bahwa Posyandu memiliki peranan vital sebagai ujung tombak layanan kesehatan, gizi, edukasi, dan pemantauan tumbuh kembang anak. Menurutnya, Posyandu berperan besar dalam memastikan masyarakat memiliki akses terhadap layanan kesehatan dasar yang optimal.

“Posyandu adalah lini terdepan dalam menjaga kesehatan ibu, anak, dan keluarga. Jika Posyandu kuat, maka fondasi generasi emas Kaltim akan semakin kokoh,” ujarnya.

Transformasi Posyandu, kata Dewi, perlu diarahkan untuk memperkuat tata kelola lembaga secara berkelanjutan. Modernisasi sistem pencatatan, peningkatan kapasitas kader, dan penguatan kelembagaan menjadi fokus utama yang terus didorong di Kabupaten PPU.

Dewi menilai Rakor ini merupakan momen penting untuk menyamakan persepsi terkait arah kebijakan Posyandu di Kaltim. Kolaborasi antardaerah dinilai penting agar setiap wilayah dapat saling berbagi pengalaman, tantangan, dan solusi dalam menjalankan layanan Posyandu yang efektif.

Ia juga mengungkapkan bahwa PPU saat ini telah menyiapkan sejumlah langkah penguatan, mulai dari pembinaan dan pelatihan kader, peningkatan kualitas layanan 6 SPM (Standar Pelayanan Minimal), hingga digitalisasi pencatatan kegiatan Posyandu. Upaya ini ditujukan untuk meningkatkan akurasi data dan mempercepat layanan kepada masyarakat.

Dewi berharap agar Posyandu di wilayah PPU semakin aktif, kreatif, dan adaptif dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, peran kader menjadi kunci keberhasilan Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan desa.

“Dengan kolaborasi dan niat baik semua pihak, saya yakin Posyandu di PPU akan semakin maju dan mampu menjadi pilar penting menuju generasi emas Kaltim,” tutupnya. (adv/kmf/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses