Ari B

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bakal mengambil alih pembebasan lahan lanjutan Jembatan Pulau Balang dari sisi Kota Balikpapan, kata Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam (SDA Seketariat Daerah Pemerintah Provinsi setempat Lisa Hasliana.
“Untuk pembangunan konstruksi lanjutannya diusulkan kepada pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN,” jelas Lisa Hasliana kepada helloborneo.com ketika meninjau pembangunan Jembatan Pulau Balang di Penajam, Jumat (6/11).
Pembebasan lahan di sisi Kota Balikpapan lanjut Lina Hasliana, akan dibahas lebih lanjut bersama unsur pimpinan terlebih dahulu.
Sedangkan anggaran pembangunan fisik jalan akses pendekat sisi Kota Balikpapan menuju Jembatan Pulau Balang menurut dia, akan diajukan melalui APBN.
“Pembebasan lahan perlu didukung pemerintah provinsi, dan konstruksinya kami usulkan melalu APBN,” ujar Lisa Hasliana.
“Pemerintah provinsi fokus pembebasan lahannya, dan juga pembiayaan apakah akan berbagi anggaran. Nanti kami koordinasikan bersama pimpinan,” tambahnya.
Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Nicko Herlambang berharap Jembatan Pulau balang yang telah dinyatakan selesai tersebut dapat segera difungsikan.
“Akses jalan pendekat dari sisi Kabupaten Penajam Paser Utara terutama yang masih pengerasan dapat dibantu dari Bankeu (bantuan keuangan) provinsi atau dimasukan ke APBN agar jalan menuju Jembatan Pulau balang itu dibangun dengan material beton,” ujarnya.
Seiring dengan pambangunan ibu kota negara Indonesia yang baru di wilayah Provinsi Kalimantan Timur, Nicko Herlambang menimpali lagi jalan pendekat menuju Jembatan Pulau Balang sudah rampung. (adv/bp/hb)
















