Joko Sugiarto

Balikpapan, helloborneo.com – Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud memohon maaf kepada masyarakat dengan diterapkannya PPKM (pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat) Darurat karena untuk kebaikan memutus rantai penyebaran COVID-19.
“Kami atas nama pemerintah kota, memohon maaf terkhusus kepada yang terkena imbas dari PPKM, kepada para pedagang, kami lakukan ini bukan semata-mata ingin menutup piring nasi pedagang tapi kebaikan kita semua,” ungkap Rahmad Mas’ud ketika ditemui helloborneo.com di Balikpapan, Rabu.
Diterapkannya PPKM darurat dengan menutup lima akses ruas jalan kota maupun tempat umum yang menimbulkan kerumunan tersebut jelasnya, dapat memutus rantai penyebaran COVID-19 di Kota Balikpapan.
Kasus virus corona di Kota Balikpapan meningkat hingga mencapai 500 pasien terkonfirmasi positif. Bahkan, pasien COVID-19 yang meninggal menyentuh angka tertinggi 26 orang per hari Selasa (13/7).
“Ini tanggung jawab bersama, untuk bagaimana penyebaran virus corona bisa kami turunkan, bahkan kami tiadakan di Kota Balikpapan,” ujar Rahmad Mas’ud.
Berdasarkan Surat Edaran Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor 17 tahun 2021, Kota Balikpapan merupakan salah satu kota yang menerapkan PPKM Darurat mulai tanggal 12 sampai 20 Juli 2021.
Wali Kota Rahmad Mas’ud bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) beserta jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melakukan peninjauan di beberapa titik kota untuk melihat langsung PPKM Darurat dilaksanakan di Kota Balikpapan.
Berdasarkan evaluasi peninjauan yang dilakukan tersebut, bakal ada penambahan titik ruas jalan yang ditutup.
Kemudian untuk para pedagang apabila masih beroperasi tidak sesuai dengan surat edaran, maka akan mendapatkan surat peringatan pertama dan jika masih berlangsung, maka akan terpaksa untuk ditutup selama tiga hari.
“Penanggulangan COVID-19 benar-benar membutuhkan kesadaran masyarakat, kondisi sudah sangat darurat sekali,” kata Rahmad Mas’ud.
“Kalau masyarakat tidak sadar, kami melakukan penyekatan sebanyak apapun akan sia-sia. Kami minta kerja sama dari semua unsur masyarakat yang ada di Kota Balikpapan,” tegasnya. (bp/hb)
















