Yor MS

Balikpapan, helloborneo.com – Sekitar 27.495 vial vaksin Pfizer masuk ke Kalimantan Timur melalui Kota Balikpapan Kamis (21/10) petang.
“Yang jelas secara dokumentasi kewajiban kepabeanannya sudah selesai. Karena tidak memungkinkan di antar malam ini, makanya tadi juga dikawal kepolisian,” ujar Kepala KPPBC Kota Balikpapan Firman ketika ditemui helloborneo.com di Balikpapan, Kamis.
Vaksin jenis Pfizer pertama yang masuk ke Kalimantan. Proses distribusinya mendapat pengawasan dan pengawalan langsung dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Kota Balikpapan.
Vaksin hasil kerjasama Jerman-Amerika Serikat tersebut dikirim langsung dari Jerman melalui Singapura dan tiba di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Kota Balikpapan sekitar pukul 17.30 WITA.
Selanjutnya paket kiriman dibawa menuju gudang ekspedisi di kawasan Stal Kuda, Kecamatan Balikpapan Selatan.
Setibanya di Kota Balikpapan, KPPBC melakukan penanganan segera (rush handling) terhadap paket kiriman termasuk pemeriksaan dokumen kepabeanan. Rencananya, paket vaksin akan dibawa menuju Kota Samarinda pada Jumat (22/10).
Pengiriman paket vaksin memang perlu penanganan cepat karena bersifat peka waktu jelas Firman, artinya proses distribusi tidak boleh terlalu memakan waktu lama, karena vaksin merupakan jenis barang yang memiliki daya tahan dalam waktu tertentu.
Sementara, vaksin yang tiba kali ini telah memakan waktu pengiriman selama dua hari mulai dari negara asal pengirim.
Maka dari itu, proses impor juga dipermudah untuk memperlancar proses distribusi vaksin. Sesuai ketentuan PMK Nomor 188 Tahun 2020 tentang pengadaan vaksin dalam rangka penanganan COVID-19, membebaskan bea masuk, PPN dan atau PPNBR serta PPH pasal 22.
“Kalau lewat prosedur yang normal, ini tidak bisa selesai hari ini. Jadi kita layani secepat mungkin sehingga barang cepat keluar untuk kelancaran distribusi,” ucap Firman. (bp/tan)
















