ES Yulianto
Penajam, helloborneo.com – Meski telah memenuhi beberapa syarat, rencana pengembangan RSUD Ratu Aji Putri Botung di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), masih menjadi tanda tanya.
Diberitakan sebelumnya, persiapan dokumen perencanaan hingga AMDAL telah tuntas tahun 2020 menggunakan total anggaran nyaris Rp 3 miliar.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara, Ricci Firmansyah membenarkan hal tersebut. Dirinya menuturkan bahwa di tahun 2021 skema pengerjaan pengembangan RS. RSPB adalah multiyears namun belum lelang.
“Terkait dengan pembanguan rumah sakit perencanaan selesai tahun 2020 untuk dokumen dan AMDAL. Tahun 2021 ini masuk dalam skema multiyears,” kata Ricci, Senin (1/12/2021).
Meski telah dimasukan dalam skema pengerjaan multiyears, nasib pengembangan RSUD Ratu Aji Putri Botung ini masih mengambang. Karena masih menunggu kemampuan APBD 2021 Kabupaten Penajam Paser Utara.
Dari kebutuhan Rp 192 miliar, untuk tahap pertama direncanakan membutuhkan anggaran sebanyak Rp 2 miliar.
“Tapi saat ini menunggu kesiapan anggaran. Untuk tahap pertama masuk dalam APBD 2021 itu sekitar Rp 2 miliar. kalau untuk keseluruhan itu Rp 192 miliar,” pungkasnya.
Ditanya soal kepastian pembangunan, Ricci hanya menyebutkan bahkan dokumen untuk pelaksanaan lelang telah terpenuhi, tinggal menunggu arahan pimpinan.
“Tahun depan tergantung anggarannya, kalau dari kami sudah menyiapkan segala sesuatunya yang dibutuhkan DED dan dokumen lingkungannya tinggal siap lelang,” tutupnya. (sop/tan)

















