Ketua DPRD Berau Minta Kerusakan Jalan Poros Tiga Kampung Dijadikan Perhatian

Nita Rahayu

Ketua DPRD Madri Pani, melihat langsung kondisi jalan poros menuju tiga kampung di Kabupaten Berau yang rusak.

Berau, helloborneo.com – Ketua DPRD Kabupaten Berau Madri Pani meminta kerusakan jalan poros menuju ke tiga kampung yakni, Tumbit Dayak, Long Lanuk, dan Bena Baru menjadi perhatian serius dari pemeritah kabupaten setempat.

Pantauan helloborneo.com di Berau, Selasa, jalan poros menuju Kampung Tumbit Dayak, Long Lanuk, dan Bena Baru tersebut kondisinya ambles di kanan dan kiri jalan sepanjang kurang lebih 80 meter, jika dibiarkan tentu akan menyebabkan akses menuju ke kampung tersebut akan terputus.

Setelah mendapatkan informasi menyangkut kerusakan jalan tersebut Ketua DPRD Madri Pani, langsung menuju lokasi melihat langsung kondisi jalan poros menuju tiga kampung di Kabupaten Berau itu.

“Kondisi jalan poros memang cukup parah, bahkan membahayakan bagi para pengendara yang melintas, saya berharap agar instansi terkait bisa segera melakukan perbaikan sebelum kerusakan semakin parah,” ujarnya.

Perbaikan jalan tersebut tentu akan membuat tenang warga karena merupakan akses satu-satunya bagi warga jelas dia, agar bisa dianggarkan untuk perbaikan sebeb jika jalan itu putus maka yang terdampak ada tiga kampung dengan ratusan kepala keluarga menjadi korban.

“Sebelum kerusakan jalan semakin parah dan membahayakan warga agar segera diperbaiki,” tegas Madri Pani.

Kepala Kampung Tumbit Dayak Achmad Jamlan membenarkan, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses bagi para warga tiga kampung untuk melakukan perjalanan menuju ke Tanjung Redeb melalui jalur darat.

“Sekarang musim penghujan, kami khawatir jika terus dibiarkan akan semakin parah kerusakannya,” kata dia.

Kondisi amblesnya kanan kiri jalan tersebut bermula ketika banjir besar melanda kampung pada Mei 2021 ungkapnya, saat itu air terus menggerus jalan hingga menyebabkan keretakan dan semakin hari semakin parah.

Kepala Kampung Long Lanuk Solaiman menyatakan, pemerintah kabupaten harus bergerak cepat untuk melakukan perbaikan, sehingga tidak berdampak ke badan jalan lainnya.

“Dikhawatirkan jika terus dibiarkan tanpa perbaikan badan jalan semakin ambles, harus segera dilakukan perbaikan kasihan warga,” ucapnya.

Kepala Kampung Bena Baru Let mengungkapkan, warga kerap membawa hasil bumi melewati jalur tersebut, dan jalur itu satu-satunya akses warga, dikhawatirkan,jika dibiarkan akan menyebabkan korban jiwa, bahkan bisa memutus akses tersebut yang terdampak tiga kampung. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses