Pelaksanaan Popda Kaltim di Kabupaten Paser Belum Ada Kepastian

TB Sihombing

Kepala Disporapar Kabupaten Paser, Muksin (TBS)

Paser, helloborneo.com – Pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XVI Kalimantan Tmur, yang rencananya bakal digelar di Kabupaten Paser belum ada kepastian, kata Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) setempat Muksin.

Sempat tertunda selama dua kali pada 2021, perhelatan Popda XVI Kaltim direncanakan digelar akhir Maret tahun ini (2022). Tentunya kabar baik semua kontingen kabupaten/kota yang bakal ambil bagian pada ajang olahraga yang bakal dilaksanaan di Kabupaten Paser selalu tuan rumah.

“Tapi hingga jelang akhir Januari 2022, kepastian perhelatan Popda Kaltim itu belum ada kepastian, apakah terlaksana sesuai jadwal, tertunda atau tidak dilaksanakan sama sekali” ujar Muksin ketika dihubungu helloborneo.com di Paser, Minggu.

Sampai sekarang ini Disporapar Kabupaten Paser, belum menerima surat secara resmi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tentang kejelasan kepastian jadwal perhelatan Popda.

“Informasi yang kami terima rencananya akan rapat koordinasi kembali. Menghadirkan seluruh kepala dinas pemuda dan olahraga se-Kaltim untuk membicarakan lebih lanjut tentang pelaksanaan Popda,”ucapnya.

Mantan Kepala Bappedalitbang Kabupaten Paser tersebut mengharapkan awal Februari 2022 sudah rapat terkait kejelasan gelaran ajang olahraga bergengsi dua tahunan itu, kendati menyisakan satu bulan lagi waktunya masih cukup untuk mempersiapkan semuanya.

“Masih memungkinkan, seandainya rapat dilaksanakan awal Februari dan diputuskan akhir Maret terlaksana, masih ada waktu sekitar tujuh pekan untuk venue sudah siap dan semuanya dipertandingkan di Paser,” tambahnya.

Pelaksanaan Popda dapat terlaksana tentu perlu sokongan dana, maka diharapkan ada penambahan anggaran dari Rp5 miliar yang pernah disampaikan Dispora Kaltim. Andai nominalnya tetap, harus melakukan penyesuaian terhadap kebutuhan yang diperlukan selama pelaksanaan Popda.

“Diharapkan adalah kepastian transfer anggaran itu. Yang sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi kapan kepastiannya ditransfer,” kata Muksin.

Tidak hanya ada penambahan Rp5 miliar dari Pemprov Kaltim, saat ini juga Pemerintah Kabupaten Paser telah mengalokasikan dana pendampingan senilai Rp2 miliar. Anggaran tersebut untuk kegiatan training center atlet, kostum, medali dan sovenir.

“Anggaran itu tidak hanya kegiatan untuk atlet kita, tapi juga dialokasikan untuk mendampingi anggaran Popda. Karena kami lihat tidak cukup untuk biaya seluruhnya,” jelasnya.

Sedangkan anggaran Rp5 miliar bakal diperuntukkan pada perlengkapan olahraga. Dikarenakan masih ada cabang olahraga yang masih membutuhkan perlengkapan dan peralatan olahraga. Namun kekurangan tidak semuanya dibeli, ada juga menyewa karena menyesuaikan ketersediaan anggaran.

“Anggaran itu juga untuk membiayai honor wasit. Wasit ada nasional dan daerah. Kemudian juga untuk pengadaan baju bagi panitia yang terlibat di dalam pelaksanaan,” ungkapnya.

Penginapan dan akomodasi kontingen dari masing-masing daerah ditanggung panitia. Namun, terbatas. hanya 17 kamar yang disiapkan untuk kontingen kabupaten/kota peserta. Hotel atau penginapan di Kabupaten Paser cukup untuk digunakan.

“Tidak bicara satu kontingen satu hotel. Jadi satu hotel itu bisa beberapa kontingen. Kalau misalnya ingin mengirim lebih dari yang sudah kita tetapkan, mereka mencari penginapan dengan biaya sendiri,” ujar Muksin.

Awalnya Popda Kaltim XVI bakal dihelat di Kabupaten Berau selaku tuan rumah, pada 28 Juli sampai 4 Agustus 2021. Namun batal terlaksana, dan daerah berjuluk “Bumi Batiwakkal” tersebut mundur.

Mundurnya Kabupaten Berau, membuat tiga daerah di Kaltim ajukan diri sebagai tuan rumah. Yakni, Kota Samarinda dan Balikpapan, serta Kabupaten Paser.

Akhirnya Bumi Daya Taka (sebutan Kabupaten Paser) dipercaya menggelar ajang olahraga dua tahunan bagi pelajar tersebut. Namun kembali tidak digelar tepat waktu dengan jadwal, yakni 20 sampai 27 November 2021.

Kembali tertunda dan bakal digelar pada triwulan pertama 2022, yang diperkuat dengan Surat Gubernur Kaltim No. 426.3/2944/Dispora-IV.2 per tanggal 24 November 2021, pelaksanaan POPDA XVI yang seyogyanya dilaksanakan akhir tahun, dan Kabupaten Paser tetap bertindak sebagai tuan rumah.

Namun permasalahan anggaran menjadi jadi penyebab utama perhelatan Popda XVI Kalimantan Tmur tersebut. (bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses