Stok Minyak Goreng di Ritel Modern Paser Kosong Kendati Harga Turun

TB Sihombing

Karyawan ritel modern mengakui stok minyak goreng kosong (TBS)

Paser, helloborneo.com – Stok minyak goreng di ritel modern di Kabupaten Paser koson kendati harga komoditi itu mengalami penurunan setelah Kementerian Perdagangan atau Kemendag resmi menerapkan kebijakan HET (harga eceran tertinggi) sejak 1 Februari 2022.

HET minyak goreng yang ditetapkan tersebut sesuai jenisnya yakni, curah Rp11.500 per liter, kemasan sederhana Rp13.500 per liter, dan kemasan premium Rp14.000 per liter.

Pantauan helloborneo.com di Paser, Kamis, tiga hari terakhir sejak HET minyak goreng diberlakukan, sejumlah ritel modern masih mengalami kekosongan stok komoditi itu. Di antaranya ritel modern di Jalan Pangeran Menteri, dan di Jalan R.A. Kartini, Kecamatan Tanah Grogot.

Pegawai ritel modern Naila Karisma mengaku kekosongan stok minyak goreng dialami dalam beberapa terakhir, namun tidak diketahui pasti penyebab kekosongan dan belum bisa dipastikan kapan tersedia kembali.

“Stok minyak goreng itu kosong sejak 31 Januari 2022, dan sampai sekarang stoknya belum ada. Belum tahu kapan ada lagi, mudah-mudahan secepatnya. Kalau ada barang yang masuk, biasanya malam baru datang,” ujarnya.

Untuk harga minyak goreng kemasan tetap berpatokan pada HET yang ditetapkan pemerintah pusat Rp14.000 per liter.

Karyawan ritel modern lainnya, Nur Jannah juga mengatakan hingga kini stok minyak goreng di toko tempatnya bekerja mengalami kekosongan.

“Masih banyak yang mencari minyak goreng tiap hari orang datang, hanya stok minyak goreng di toko kami udah beberapa hari kosong, belum ada lagi info pengiriman,” ucapnya.

Walau sejumlah tokoh ritel modern mengalami kekosongan stok minyak goreng, tetapi tidak bagi pedagang kelontongan di Pasar Induk Penyembolum Senaken.

Suardi, pedagang di pasar tradisional tersebut, masih memiliki stok minyak goreng untuk dijual ke konsumen, dan pegadang kelontongan lainnya Yusman juga mengakui stok masih tersedia, namun harganya tidak sesuai HET.

“Saya jual dengan harga Rp20.000 per liter, karena itu merupakan stok minyak goreng yang lama, jadi harganya segitu, kalau yang stok minyak yang baru belum ada,” kata Suardi.

“Kalau stok minyak goreng yang lama, kita jual dengan harga Rp20.000 per liter, karena rugi juga kalau dijual dengan harga di bawah itu, kalau stok baru dijual dengan harga Rp14.000 untuk kemasan satu liter, kalau yang dua liter Rp28.000, itupun kalau ambil ke penyuplai juga dibatasi, hanya dikasih dua dus,” jelas Yusman.

Informasi beberapa pedagang lainnya di toko kelontongan di Kecamatan Tanah Grogot juga mengakui, untuk kemasan minyak goreng Bimoli hingga kini sangat susah dijumpai, bahkan hampir tidak ada yang beredar di pasaran. (bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses