Selidiki Penyebab Insiden, Polisi Akan Angkat Bangkai Tug Boat dari Dasar Laut

Tangkapan layar insiden tug boat terbakar di perairan Semoi, Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara. Foto: Ist

Roy MS

SEPAKU, helloborneo.com – Penyebab insiden meledaknya tug boat dengan nama lambung Blue 12 Dragon di perairan Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku Penajam Paser Utara pada Sabtu (23/7) sore kemarin masih dalam penyelidikan. Kasus lasus laka laut tersebut kini dalam penanganan Ditpolair Polda Kaltim.

Sampai dengan Minggu (24/7), penanganan kasus masih fokus pada tahap evakuasi korban yakni ABK berinisial E.  Dirpolair Polda Kaltim Kombes Donny Adityawarman menerangkan, pihaknya juga belum bisa meminta keterangan lebih lanjut dari para korban yang selamat.

“Para korban belum bisa diminta keterangan karena beberapa masih dalam perawatan medis, dan beberapa lagi dalam penanganan psikologis, masih trauma,” jelasnya di markas Polda Kaltim, Minggu (24/7) Siang.

Untuk penyelidikan kasus, Kepolisian perlu terlebih dahulu mengangkat bangkai Blue 12 Dragon dari dasar laut. Setelah itu olah tempat kejadian baru bisa dilakukan penyidik yang akan turut melibatkan tim forensik.

“Kendala di lapangan tentu banyak sekali, terutama untuk mengangkat bangkai kapal itu kan gak mudah ya. Kami tidak bisa menduga sebelum penyelidikan lebih lanjut nanti bersama forensik,” ujar Donny.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yusuf Sutedjo menerangkan tug boat Blue 12 Dragon menggeret tongkang kosong dari pelabuhan di Kamal, Madura, Jawa Timur menuju pelabuhan Semoi di Kelurahan Mentawir pada Kamis, 21 Juli 2022.

Setelah tiba di lokasi tujuan, mendadak terjadi ledakan dari arah lambung kapal hingga kemudian terbakar.

“10 menit kemudian kapal tenggelam. Kapal mengangkut 12 penumpang, 7 selamat, 4 orang lagi saat ini menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Pertamina,” kata Yusuf.

Sementara itu, satu korban lainnya, yakni ABK berinsial E diduga sedang berada dalam kamar saat insiden berlangsung. (yor)

BACA JUGA:





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses