
Roy MS
Samarinda, helloborneo.com – Selain penanganan lingkungan dan sosial, tata kelola turut dianggap sebagai komponen penting penentu keberhasilan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Kepala Otorita IKN Bambang Susantono menegaskan, tata kelola yang baik akan menjaga reputasi dan kredibilitas Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kami tidak hanya membangun gedung tapi ada fasilitas pendidikan, kesehatan, kafe hingga warung makan. Dengan demikian tentu investor melihat ini sebagai suatu yang dibangun berkelanjutan,” jelas Bambang di Samarinda, Senin (15/8).
Lebih lanjut diuraikan, jika prosesi pembangunan IKN bisa berjalan dengan bersih dan patuh pada ketentuan, tentu akan lebih membuka peluang investasi. Selain itu, semakin baik penanganan masalah yang berkaitan dengan tata kelola maka akan menurunkan biaya risiko maupun reputasi.
“Tidak ada korupsi, tidak ada tender main-main, tidak ada ‘arisan’ maka akan semakin mudah dan murah untuk mengakses pendanaan, terutama di level internasional dan lokal,” ungkapnya.
Untuk diketahui, tahap awal pembangunan IKN masih disokong oleh APBN dengan jumlah alokasi yang sangat memadai. Hal ini menurut Bambang penting untuk membentuk kepercayaan pasar.
Pemerintah kata dia, juga mengupayakan sumber pendanaan lain yang sah sesuai ketentuan perundang-undangan. Metode creative financing, seperti municipal bond, SDG bond, ataupun green bond sangat mungkin diterapkan sebagai alternatif dan diyakini berjalan efektif jika IKN memiliki tata kelola environment, social, and governance (ESG) yang baik pula.
“Kami ingin membuktikan di 2024 nanti ada target-target yang bisa dilihat. Kira-kira 921 hektare yang akan kita lengkapi,” tegasnya. (yor)
















