Fraksi Gerindra dan PKB DPRD PPU Minta Pemkab Awasi Penyaluran BLT

ES Yulianto

Irawan, anggota DPRD Kabupaten PPU. (ESY)
Irawan, anggota DPRD Kabupaten PPU. (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Fraksi Partai Gerindra dan (Partai Kebangkitan Bangsa) PKB mendorong Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) agar Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM harus diawasi.

Fraksi Partai Gerindra dan PKB mengajak semua lapisan agar ikut mengawasi situasi dan kondisi di tengah masyarakat yang terdampak kenaikan harga BBM atas kebijakan pemeritah pusat.

Tentunya salah satu program alternatif atau antisipatif yang ditawarkan program bantuan BLT BBM. Kebijakan ini diharapkan harus tepat sasaran.

“BLT BBM harus di awasi jangan sampai tidak tepat sasaran,” kata Irawan, politisi PKB.

DPRD Kabupaten PPU. (ESY)
DPRD Kabupaten PPU. (ESY)

Pengawasan tersebut pun guna mengantisipasi adanya oknum yang memainkan peran dan memanfaatkan momen pembagian BLT untuk keuntungan pribadi.

“Mengingat adanya oknum pejabat yang tidak bertanggung jawab yang masih ada berkeliaran disekitar kita,” bebernya.

Daftar hadir DPRD Kabupaten PPU. (ESY)
Daftar hadir DPRD Kabupaten PPU. (ESY)

Diketahui sebelumnya, Pelaksana tugas Bupati Kabupaten PPU Hamdam BLT tersebut akan dikucurkan melalui sumber anggaran 2 persen atau sekitar Rp 12.4 miliar

Pembagiannya pun diberikan secara berkala mulai dari bulan Oktober hingga akhir tahun 2022. Dengan peruntukan bagi masyarakat yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)

Kebijakan itu mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.07/2022. Adanya kebijakan tersebut diharapkan mampu menekan angka inflasi dampak dari kenaikan harga BBM. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses