Anggota Komplotan Maling Tabung Elpiji yang Viral di Sosmed Tertangkap

Polsek Balikpapan Barat meringkus anggota komplotan pembobol toko. Aksi pencurian tabung elpiji dan minyak goreng sempat viral. (helloborneo.com/RoyMS)

Roy MS

Balikpapan, helloborneo.comPelaku pencurian puluhan tabung elpiji dan botol minyak goreng di toko Sinar Wajo di Kelurahan Baru Ilir, Balikpapan Barat akhirnya diringkus. Video aksi pencurian tersebut sebelumnya viral di lini massa sosial media.

Aksi pencurian dilancarkan dua pria berinsial RS dan SN pada Selasa, 4 Oktober 2022 dinihari. Identitas mereka terbongkar setelah penyidik Unit Reskrim Polsek Balikpapan Barat mengecek rekaman CCTV toko.

“Yang tertangkap sekarang inisial SN, kita amankan di wilayah Balikpapan Barat. Temannya satu lagi dalam pengejaran,” ungkap Kapolsek Balikpapan Komisaris Djoko Purwanto, Senin (11/10/2022).

Aksi para pelaku diawali dengan berkeliling berboncengan sepeda motor sekitar tengah malam. Mereka mengintai toko-toko yang dianggap aman atau tidak terkunci.

Kebetulan, toko yang menjadi sasaran mereka saat kejadian dalam keadaan pintu sedikit terbuka. Sehingga keduanya dengan mudah masuk untuk menggasak 27 tabung elpiji tiga kilogram dan 24 botol minyak goreng.

“Satu orang yakni RS masuk ke toko untuk mengambil barang-barang, sedangkan SN mengawasi situasi di luar toko dari atas motor,” ujar Djoko.

Puluhan Tabung Diangkut Bolak-balik Pakai Sepeda Motor

Seluruh barang hasil curian tersebut mereka angkut hanya dengan menumpang sepeda motor. Tiap kali mengangkut keduanya berboncengan mengangkat hingga sembilan tabung gas.

“Ada tiga kali bolak-balik. Karena berboncengan mereka bisa taruh dua atau empat tabung di depan, dua lagi dipegang di sebelah kanan-kiri,” ujarnya.

Barang hasil jarahan sebagian sempat dijual oleh kedua tersangka. Satu tabung gas dihargai Rp100 ribu. SN mengaku hanya diajak oleh rekannya RS untuk melakukan aksi pencurian tersebut.

“Diajak sama teman saya. Hasil curian buat beli kebutuhan sehari-hari,” kata SN.

Aksi pencurian pertama kali diketahui oleh pemilik toko setelah mendapati barang dagangannya berkurang. Pemilik toko lantas mengecek CCTV untuk kemudian melapor kepada pihak berwajib. (yor)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses