
Roy MS
Penajam, helloborneo.com – Bupati Penajam Paser Utara Hamdam ingin obat gagal ginjal akut pada anak bisa segera didistribusikan tanpa menunggu permintaan pemerintah daerah. Langkah tersebut dinilai akan cukup efektif dalam pencegahan merebaknya penyakit tersebut.
Pemkab PPU, katanya telah mengajukan kepada Kemenkes untuk mendistribusikan obat penawar yang diakui sudah ada di Indonesia tersebut. Hal tersebut dilakukan menyusul kasus suspek gagal ginjal akut yang dialami seorang anak di daerahnya baru-baru ini.
“Saya sih belum tanda tangan suratnya, tapi mungkin Dinas Kesehatan sudah paham juga hal ini. Permintaan sudah ada, kalau bisa dapat secepatnya. Kalau begini harusnya tidak perlu diminta, langsung dikasih saja untuk pencegahan,” jelas Hamdam melalui sambungan seluler, Kamis (27/10).
Ia turut mengakui bahwa langkah-langkah antisipatif telah dilakukan oleh pihaknya. Satu di antaranya menarik beberapa merek obat jenis sirop dari apotek-apotek maupun fasilitas kesehatan, sesuai kebijakan Kemenkes.
“Upaya dari kami itu sudah mulai menertibkan obat-obatan seperti yang diarahkan Kemenkes. Jadi ini sudah kami tarik,” ujarnya.
Mengenai pasien meninggal diduga akibat gagal ginjal akut di daerahnya, Hamdam menerangkan bahwa temuan tersebut terjadi beberpa bulan lalu. Ia mengakui bahwa anak usia delapan tahun itu memang menderita gagal ginjal.
Hanya saja saat itu belum diketahui apakah pasien tersebut mengalami jenis kasus yang sama dengan yang merebak akhir-akhir ini. Untuk itu, dikirimkan sampel ke Kemenkes untuk diteliti lebih lanjut.
Upaya ini sekaligus untuk meneliti apakah penyakit pasien tersebut disebabkan penggunaan obat-obatan yang dilarang peredarannya oleh Kemenkes.
“Kasus itu sebenarnya sudah beberapa bulan lalu. Memang karena gagal ginjal, tapi apakah ada kaitannya dengan obat-obatan, itu masih didalami,” tuntasnya. (yor)

















