ES Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Tak jarang Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendapatkan Piala Adipura dalam penilaian kebersihan. Hal ini juga dianggap tak lepas dari upaya dan semangat pihak yang berkontribusi didalamnya.
Dari capaian menerima Piala Adipura juga beberapa tahun sebelumnya selalu memberikan penghargaan kepada pihak yang bekerja keras.
Pemberian penghargaan kepada petugas kebersihan dilakukan tahun 2017 lalu, total anggaran yang dialokasikan saat itu sekitar Rp400 juta. Sedangkan tahun 2018 Kabupaten PPU gagal meraih Piala Adipura dan selanjutnya ditiadakan lantaran pandemic covid-19 berlangsung. Namun tahun 2022 ini kembali berlanjut.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PPU, Rauf Muin mengatakan saat mendapatkan prestasi tersebut tentu harus ada penghargaan. Dalam pemberian penghargaan tersebut dianggap dirinya suatu hal yang lumrah.
“Ketika mendapatkan sebuah prestasi tentunya ada penghargaan ya,” kata Rauf Muin, jumat (04/11).

Namun dalam hal pemberian penghargaan atas capaian dari Piala Adipura, Pemerintah Kabupaten PPU harus bisa memilah. Pemilahan ini guna menyeleksi pihak atau siapa pun yang benar-benar berkontribusi dalam proses tersebut.
“Untuk berusaha mendapatkan piala adipura siapa-siapa dan komponen mana saja yang berkontribusi,” ujarnya.
Ketua Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) Kabupaten PPU itu memberikan pandangan pihak yang seharusnya mendapatkan penghargaan tersebut seperti petugas kebersihan di lapangan, yang nyaris tiap hari berusaha membersihkan daerah penilaian Piala Adipura.
“Seperti petugas kebersihan itu. Saya rasa layak dan patut untuk mendapatkan apresiasi,” jelasnya. (adv/log)

















