Bantuan Petani Korban Banjir di Kecamatan Babulu Tak Kunjung Terealisasi

Edy Suratman Yulianto

Kepala BPBD Kabupaten PPU, Budi Santoso. (ESY)
Kepala BPBD Kabupaten PPU, Budi Santoso. (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Lebih dari sebulan pasca kedatangan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur mengunjungi Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) untuk rencana bantuan pertanian akibat banjir di Kecamatan Babulu, 17 Maret 2023 lalu.

Bantuan pertanian korban banjir tersebut rencananya akan bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dari total lahan pertanian yang terdampak banjir sekitar 736 hektare, hanya sebanyak 390 hektare yang bakal mendapatkan bantuan.

Dikonfirmasi kepada Kepala BPBD Kabupaten PPU, Budi Santoso mengatakan saat ini tengah menunggu realisasi bantuan. Beberapa persyaratan yang diminta telah terpenuhi. Namun belum diketahui secara pasti kapan realisasi bantuan tersebut.

“Dan kita masih menunggu tetapi persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan dalam rangka pemberian bantuan itu kita sudah penuhi administrasinya, sudah kita penuhi seperti penetapan,” kata Budi Santoso, Senin (12/06/2023).

Meski belum kapan terealisasi, Budi Santoso mengaku telah memberikan nama-nama calon penerima bantuan. Nama-nama tersebut menurutnya adalah petani yang terdampak banjir maret lalu itu.

“Nama penerima bantu dan calon penerima bantuan itu sudah kita siapkan juga,” ujarnya.

Bentuk bantuan yang akan diterima oleh petani terdampak banjir, tak bisa dipastikan olehnya. Menurutnya bentuk bantuan tersebut adalah menjadi tanggungjawab atau kewenangan pemerintah pusat melalui BNPB.

“Saya belum bisa memastikan berapa dapatnya atau besarannya. Terus apa saja yang akan dibantu saya belum bisa menyampaikan karena nanti itu urusan dari pemerintah atau dari BNPB,” tuturnya.

Apapun bentuk yang akan diberikan kepada petani, menurutnya haruslah diterima secara lapang dada. Bantuan itu adalah bentuk daripada kepedulian pemerintah terhadap petani.

“Kita bicara bantuan stimulan ya mohon itu bisa diterima, karena inilah intervensi atau kehadiran pemerintah dalam rangka membantu mengurangi dampak bencana banjir kemarin,” ucapnya.

Namun guna mengakomodasi seluruh petani yang terdampak, nampaknya tak mudah. Pemerintah Pusat melalui BNPB tampak melakukan tebang pilih.

Bantuan tersebut hanya akan diberikan kepada petani yang mengolah sawah. Sedangkan untuk petani terdampak banjir untuk tanaman hortikultura jelas tidak mendapatkan bantuan. Sehingga Budi Santoso menginginkan adanya diskusi soal petani terdampak lainnya.

“Kami masih membahas, mendiskusikan yang tidak masuk dalam target bantuan dari pemerintah pusat itu seperti tanaman hortikultura, itu kan ada cabe kemudian ada semangka, itu bagian yang terdampak banjir,” tegasnya. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses