Nelayan di PPU Diarahkan Buat Olahan Ikan Tangkapan Saat Kemarau

Bagus Purwa

Nelayan di Kabupaten PPU. (dok – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Nelayan di Kabupaten Penajam Paser Utara, diarahkan untuk membuat olahan ikan dari hasil tangkapan saat kemarau panjang menyikapi penurunan tangkapan ikan para nelayan.

Nelayan tidak bisa turun melaut dengan maksimal sepanjang kondisi cuaca panas atau kemarau, jelas Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara Rozihan Asward di Penajam, disertai angin kencang yang membuat gelombang laut tinggi.

“Kemarau berkepanjangan disertai angin kencang berdampak produksi ikan tangkap nelayan menurun, karena nelayan tidak bisa melaut dengan normal,” tambahnya.

Terdata, total produksi perikanan tangkap yang tercatat pada Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara baru mencapai 4.300 ton.

Catatan tahun sebelumnya pada periode yang sama produksi perikanan tangkap sekitar 5.000 ton, menurut dia, dan hingga akhir tahun hasil ikan tangkapan nelayan mencapai lebih kurang 6.000 hingga 6.500 ton.

menyikapi penurunan hasil tangkapan ikan nelayan tersebut pemerintah kabupaten mengarahkan nelayan memanfaatkan hasil tangkapan menjadi olahan, lanjut dia, seperti membuat ikan asin dan lainnya.

Pengolahan ikan hasil tangkapan menjadi ikan asin dan lainnya dapat berpengaruh pada nilai jual yang turut meningkat, sehingga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari menutupi hasil tangkapan yang berkurang.

“Kondisi cuaca panas terik membuat proses pengeringan ikan menjadi lebih cepat,” ujarnya.

Pemerintah kabupaten memberikan dukungan berupa peningkatan keahlian dan peralatan untuk meningkatkan hasil ikan nelayan yang berjumlah 4.701 orang.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga berupaya memiliki tambat perahu nelayan yang memadai dan dilengkapi tempat pelelangan ikan.

Kabupaten Penajam Paser Utara miliki potensi perikanan tangkap yang dapat meningkatkan produksi, dukungan berupa bantuan mesin, peralatan hingga subsidi bahan bakar minyak diberikan kepada nelayan. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses