Edy Suratman Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron, menyoroti betapa pentingnya program kesejahteraan yang berfungsi dengan baik dan dapat digunakan.
Menurut Thohiron, intervensi pemerintah harus dilakukan untuk membantu masyarakat dalam situasi tertentu, seperti kelangkaan atau paceklik.
Operasi pasar atau pasar murah pada saat-saat krisis, seperti kelangkaan minyak tanah, adalah contoh yang disebutkan Thohiron. Namun, ia menekankan bahwa itu hanya perlu dilakukan jika ada kelangkaan.
“Tetapi itu kalau memang ada kelangkaan. kalau tidak ada kelangkaan ya tidak usah dilakukan operasi pasar, yang terpenting itu bagaimana kita membantu masyarakat dalam hal meningkatkan daya belinya,” kata Thohiron.
Thohiron juga menekankan membangun infrastruktur untuk membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat. Misalnya, meningkatkan pasar. Petani mengharapkan pembangunan jalan yang baik untuk memudahkan transportasi hasil panen.
“Kalau programnya hanya sekadar pasar murah ya tidak akan maju. Bukan tidak boleh. Boleh saja, namun tidak efektif,” imbuhnya.
Ia menilai bahwa saat ini terlalu banyak pemikiran terkait penggunaan anggaran hanya untuk mencapai target belanja, tanpa memperhatikan output dan dampak yang dihasilkan.
Thohiron berharap agar Pemerintah Daerah PPU memiliki visi yang jelas untuk menjalankan program-program kesejahteraan.
“Sedikit sekali memikirkan output-nya. Uang yang sudah dikeluarkan itu manfaatnya untuk apa, sudah berapa yang diukur. Makanya Pj Bupati PPU ini harus punya visi bagaimana supaya anggaran itu keluar memiliki feedback yang baik,” pungkasnya. (adv/log)
















