
Penajam, helloborneo.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Penajam Paser Utara (PPU) menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik untuk membahas dan menyempurnakan standar pelayanan di bidang lingkungan hidup. Kegiatan ini berlangsung di Aula Lantai I Kantor Bupati PPU, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Forum ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, seperti perangkat daerah, kelurahan/desa, perusahaan, Bank Sampah Unit, BUMDes, Kelompok Sadar Wisata, akademisi, serta pihak terkait lainnya.
Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten PPU, Ainie, dalam pembukaan acara menyampaikan pentingnya menyusun standar pelayanan yang mengacu pada peraturan perundang-undangan. Ainie juga menekankan bahwa masukan dari para peserta forum sangat berharga untuk menyempurnakan standar layanan yang ada.
“Kita jangan alergi terhadap kritik dan saran yang sifatnya membangun. Standar pelayanan yang baik menjadi dasar bagi optimalisasi layanan kepada masyarakat,” ujar Ainie.
Kepala DLH PPU, Safwana, menjelaskan bahwa forum ini membahas 11 jenis layanan yang ditawarkan DLH PPU. Ia berharap melalui diskusi ini, kualitas layanan bidang lingkungan hidup dapat ditingkatkan. Safwana menambahkan bahwa pengelolaan lingkungan hidup, khususnya masalah sampah, membutuhkan kerja sama banyak pihak.
“Peningkatan kualitas lingkungan hidup bukan hanya tugas DLH, tetapi juga tanggung jawab kita bersama,” ungkap Safwana.
Adapun 11 layanan yang dibahas dalam forum ini meliputi:
- Rekomendasi kelayakan lingkungan hidup (AMDAL)
- Persetujuan lingkungan formulir UKL-UPL
- Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL) untuk instansi pemerintah
- Layanan sedot tinja
- Penjemputan sampah dari Bank Sampah Unit (Sahabat Lama)
- Persetujuan teknis dan Surat Kelayakan Operasional Pengumpulan Limbah B3 (SLO-PLB3)
- Rincian teknis penyimpanan limbah B3
- Pengangkutan sampah dari TPS ke TPA
- Izin pembuangan sampah ke TPA oleh pihak swasta
- Penerbitan persetujuan teknis dan SLO air limbah dan emisi
- Penanganan pengaduan dugaan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan
Safwana menegaskan bahwa keberhasilan layanan DLH PPU memerlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Ia juga mengajak semua pihak untuk aktif memberikan masukan dalam forum ini demi terciptanya layanan yang lebih baik.
“Forum ini menjadi langkah penting dalam menyelaraskan pelayanan DLH dengan kebutuhan masyarakat. Kritik, saran, dan evaluasi dari para pemangku kepentingan akan membantu kami meningkatkan kualitas layanan,” tambah Safwana.
Melalui Forum Konsultasi Publik ini, DLH PPU berharap mampu menciptakan layanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di Penajam Paser Utara. (adv/kmf/log)
















