Wagub Kaltara Panen Perdana Padi Varietas Lokal di Bulungan, Dorong Ketahanan Pangan Daerah

Edy Suratman Yulianto

Panen Perdana Padi Varietas Lokal di Bulungan. (Ist)
Panen Perdana Padi Varietas Lokal di Bulungan. (Ist)

Bulungan, helloborneo.com – Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, melakukan panen perdana penangkaran padi varietas lokal di Lahan Usaha (LU) 1 Desa Wonomulyo, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Rabu (20/08/2025). Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menghidupkan kembali potensi varietas lokal di Kaltara.

Mewakili Gubernur Kaltara, Ingkong Ala menegaskan bahwa panen padi perdana ini bukan hanya kegiatan simbolis, melainkan wujud nyata dari kerja keras petani dalam menjaga ketersediaan pangan.

“Panen adalah puncak dari sebuah proses panjang yang penuh kerja keras, ketekunan, dan harapan,” ujarnya.

Ingkong Ala menekankan, momentum panen perdana ini patut menjadi penghormatan terhadap perjuangan para petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan daerah. Ia menilai, keberhasilan penangkaran padi varietas lokal menunjukkan bahwa kearifan lokal bisa menjadi kunci dalam menciptakan sistem pertanian berkelanjutan.

Wakil Gubuernur Kaltara itu juga memperkenalkan varietas padi lokal unggulan bernama ZAP86, yang lahir dari upaya budidaya varietas lokal oleh para petani di Bulungan. Menurutnya, ZAP86 memiliki keunggulan adaptasi terhadap kondisi iklim dan cuaca di Kaltara sehingga mampu menghasilkan panen yang optimal.

“Padi varietas lokal ZAP86 ini berpotensi memberikan kontribusi besar terhadap diversifikasi pangan dengan cara memaksimalkan sumber daya lokal,” jelasnya.

Selain panen perdana, kegiatan juga dirangkaikan dengan peresmian Bangsal Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Hortikultura. Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung petani dalam meningkatkan kualitas produksi sekaligus nilai tambah hasil pertanian.

Ingkong Ala menuturkan, pembangunan sarana pasca panen merupakan bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap pertumbuhan usaha masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan hortikultura.

“Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan produktivitas pertanian meningkat dan kesejahteraan petani semakin terjamin,” katanya.

Ia pun mendorong agar kolaborasi strategis antara pemerintah, petani, dan berbagai pemangku kepentingan terus diperkuat. Menurutnya, sinergi inilah yang akan memastikan terciptanya sistem pertanian yang berkelanjutan sekaligus menjawab tantangan pangan di masa depan.

“Saya berharap kolaborasi strategis seperti ini dapat menjadi aksi nyata kita dalam upaya menciptakan sistem pertanian yang produktif, sehingga kesejahteraan petani benar-benar bisa tercapai,” pungkasnya. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses