Edy Suratman Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi mencatatkan sejarah baru dengan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kalimantan Timur 2025. Ajang yang dibuka pada 20 November ini menjadi momentum pertama kalinya PPU dipercaya menggelar event olahraga pelajar terbesar di Kaltim, sekaligus menegaskan kesiapan daerah dalam menyelenggarakan kegiatan berskala besar.
Sejak hari pertama, atmosfer meriah tampak di berbagai lokasi pertandingan. Ribuan atlet, pelatih, dan ofisial memenuhi venue-venue yang tersebar di PPU, sementara masyarakat turut hadir memberikan dukungan. Tidak hanya lancar, penyelenggaraan POPDA juga berlangsung tertib tanpa hambatan berarti.
Bupati Kabupaten PPU, Mudyat Noor, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung kelancaran kegiatan ini. Ia menyatakan bahwa kesuksesan penyelenggaraan hingga hari ini merupakan buah dari kerja sama banyak pihak, mulai dari panitia, perangkat daerah, hingga masyarakat.
Mudyat Noor menekankan pentingnya menjaga situasi aman dan kondusif selama POPDA berlangsung. Dengan penutupan yang direncanakan pada 27 November mendatang, ia berharap seluruh peserta tetap merasa nyaman, aman, dan mampu tampil maksimal dalam setiap pertandingan.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada PPU sebagai tuan rumah bukan semata urusan teknis penyelenggaraan. Lebih dari itu, POPDA menjadi kesempatan penting bagi daerah untuk memperlihatkan karakter masyarakatnya yang ramah, tertib, dan siap menerima tamu dalam jumlah besar.
Ia mengungkapkan bahwa gelaran POPDA membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Ribuan tamu dari seluruh kabupaten/kota di Kaltim membawa dampak positif, terutama bagi pelaku UMKM, sektor kuliner, perhotelan, transportasi, dan pariwisata.
Perputaran ekonomi yang tercipta selama berlangsungnya POPDA disebutnya menjadi bukti bahwa event olahraga tidak hanya berfokus pada prestasi, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi daerah.
“Banyak UMKM yang mendapat manfaat dari event ini. Suasananya hidup, dan ini menjadi pengalaman luar biasa bagi anak-anak kita,” ujar Mudyat, Kamis (20/11/2025).
Selain dampak ekonomi, POPDA juga menjadi ajang pembuktian bagi atlet-atlet muda PPU. Mudyat menilai momentum ini penting untuk melihat potensi dan kualitas atlet daerah di hadapan publik, sekaligus menjadi dasar penguatan program pembinaan prestasi ke depan.
Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen untuk meningkatkan dukungan terhadap pengembangan olahraga prestasi setelah gelaran POPDA berakhir. Ia menyebut bahwa investasi pada generasi muda adalah kunci untuk menghadirkan atlet yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Di sisi lain, Mudyat mengajak masyarakat untuk menjaga kenyamanan dan keamanan seluruh tamu yang datang ke PPU. Ia menekankan bahwa citra PPU sebagai tuan rumah yang ramah harus tetap dijaga agar meninggalkan kesan positif bagi semua kontingen. Selain itu, ia juga optimistis bahwa penyelenggaraan POPDA 2025 akan memberi manfaat jangka panjang, baik bagi peningkatan prestasi olahraga maupun bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
“Jika event ini dinilai sukses, bukan tidak mungkin PPU kembali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan olahraga lainnya di masa depan,” tandasnya. (adv/kmf/log)

















