Edy Suratman Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Turnamen Pencak Silat se-Kalimantan Timur yang menjadi bagian utama dari rangkaian Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kaltim ke-17 resmi ditutup oleh Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Waris Muin. Prosesi penutupan yang berlangsung di Dome Anden Oko, Penajam, pada Kamis malam berlangsung meriah dan mendapatkan apresiasi luas dari seluruh kontingen peserta.
Turnamen ini menjadi salah satu bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten PPU dalam memajukan dunia olahraga, terutama cabang bela diri tradisional pencak silat yang menjadi kebanggaan Indonesia. Sebagai tuan rumah Popda 2025, PPU menegaskan komitmennya untuk menghadirkan penyelenggaraan terbaik bagi ribuan atlet pelajar dari seluruh Kaltim.
Acara penutupan turut dihadiri berbagai tokoh dan perwakilan daerah, termasuk Ketua DPRD Bontang, panitia pelaksana, serta para atlet, pelatih, dan ofisial dari kabupaten/kota peserta. Kehadiran mereka menggambarkan kuatnya antusiasme dan dukungan terhadap cabang pencak silat dalam ajang tahunan pelajar tersebut.
Dalam sambutannya, Waris Muin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kontingen yang telah menunjukkan perjuangan maksimal sepanjang pertandingan. Ia menilai turnamen berlangsung sukses, kondusif, dan sarat nilai persaudaraan antardaerah.
“Yang kami hormati Ketua DPRD Bontang, panitia, atlet, pelatih, dan ofisial. Saya atas nama Wakil Bupati Penajam Paser Utara mengapresiasi seluruh kontingen dalam kegiatan pencak silat se-Kalimantan Timur di Popda Kaltim ke-17,” ujarnya.
Waris Muin memberikan ucapan selamat kepada para atlet yang berhasil meraih prestasi. Ia menyebut performa atlet muda Kaltim semakin meningkat, menjadi indikator bahwa masa depan pencak silat di daerah ini sangat menjanjikan. Keberhasilan atltet tersebut tidak lepas dari dukungan para pelatih dan pembinaan berkelanjutan di daerah masing-masing. Serta ia juga menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian pertandingan dapat berlangsung tanpa insiden.
“Tidak ada insiden, tidak ada riak-riak. Kita semua tahu bahwa kegiatan olahraga itu dua: menang atau kalah,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten PPU menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan cabang pencak silat di Popda 2025 merupakan modal berharga bagi daerah. Waris Muin menyebut bahwa pengalaman ini menunjukkan kesiapan PPU untuk kembali dipercaya menggelar event olahraga berskala besar di masa mendatang.
Selain itu, Waris Muin berharap pengalaman bertanding dalam turnamen pencak silat ini dapat menjadi dorongan bagi para atlet muda untuk terus mengasah kemampuan. Menurutnya, pencak silat tidak hanya mengajarkan teknik dan ketangkasan, tetapi juga kedisiplinan, mental juara, serta pembentukan karakter pelajar.
Melalui Popda 2025, Pemerintah Kabupaten PPU ingin menegaskan kesiapan daerah dalam menyediakan fasilitas serta penyelenggaraan event yang berkualitas. Kolaborasi antarpihak, kata Waris Muin, menjadi kunci untuk terus memajukan olahraga dan meningkatkan prestasi pelajar di Kalimantan Timur.
“Pemkab PPU berkomitmen untuk terus mendukung penyelenggaraan event olahraga berskala besar. Keberhasilan Popda tahun ini menjadi modal penting bagi kami untuk menggelar event-event berikutnya,” pungkasnya. (adv/kmf/log)

















