Dispusip PPU Dorong Budaya Literasi Ilmiah lewat Lomba MIS BAPER 2025

Edy Suratman Yulianto

Lomba Karya Tulis Ilmiah “MIS BAPER” Serial Skrip 2025. (Ist)
Lomba Karya Tulis Ilmiah “MIS BAPER” Serial Skrip 2025. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kabupaten Penajam Paser Utara kembali menegaskan komitmennya membangun budaya literasi ilmiah melalui Lomba Karya Tulis Ilmiah “MIS BAPER” Serial Skrip 2025. Ajang tahunan ini menarik perhatian karena mampu mengenalkan siswa SMA dan SMK PPU pada proses penelitian secara nyata.

Gelaran kompetitif yang diikuti puluhan peserta itu menjadi panggung prestasi, khususnya bagi SMAN 3 PPU yang mendominasi daftar juara. Meski begitu, Dispusip menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang pembinaan berkelanjutan bagi generasi muda.

Kepala Dispusip PPU, Yusuf Basra, menjelaskan bahwa MIS BAPER bertujuan membangun fondasi kemampuan ilmiah siswa, bukan hanya menentukan pemenang. Kegiatan ini dianggap bagian dari strategi besar Dispusip untuk memperkuat ekosistem literasi ilmiah di daerah.

“Yang kami inginkan adalah generasi muda yang terbiasa meneliti, menulis, dan berpikir kritis. Itulah sebabnya proses menjadi fokus utama kami,” jelas Yusuf.

Para peserta menjalani tahapan penting, mulai dari menemukan masalah penelitian, merumuskan metodologi, mengolah data, hingga revisi panjang bersama pembimbing. Proses inilah yang menjadi nilai utama ajang MIS BAPER.

“Tidak semua siswa mendapat kesempatan seperti ini. Mereka belajar disiplin, tekun, dan sabar dalam menghasilkan karya ilmiah,” tambahnya.

Dalam kompetisi kali ini, Bilqis Muthia Mumtaz dari SMAN 3 meraih Juara Pertama, disusul rekannya Rizal Nur Dwiyanto sebagai Juara Kedua. SMKN 1 PPU berhasil meraih Juara Ketiga, sementara seluruh Juara Harapan kembali dikuasai SMAN 3.

Prestasi ini menjadi indikator bahwa sekolah-sekolah di PPU memiliki gairah tinggi dalam membangun budaya literasi. Yusuf juga menyampaikan apresiasi kepada guru pendamping yang terus membimbing siswa tanpa lelah, memastikan proses pembelajaran ilmiah berjalan maksimal.

Dispusip berharap MIS BAPER 2025 menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah dan satuan pendidikan dalam membentuk generasi PPU yang unggul akademik dan siap bersaing di era transformasi teknologi. Melalui kegiatan literasi ilmiah semacam ini, Dispusip menegaskan komitmennya membangun SDM lokal yang produktif, kritis, dan berdaya saing.

“Melalui kegiatan literasi ilmiah seperti ini, Dispusip menegaskan komitmen kami dalam membangun SDM lokal yang produktif, kritis, dan benar-benar siap berkontribusi bagi era transformasi IKN,” pungkas Yusuf.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses