Warga Penajam Keluhkan Jalan Rusak dan Berdebu

Ari. B

Jalan Petung.

Penajam, helloborneo.com – Warga Kelurahan Petung, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mengeluhkan kerusakan jalan trans Kalimantan di Poros Petung yang semakin parah hingga menimbulkan kepulan debu tebal yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat.

Sejumlah warga Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam saat ditemui helloborneo.com, Sabtu, mengatakan, bahwa kerusakan jalan trans Kalimantan yang sudah berlangsung cukup lama itu, hingga kini belum mendapatkan perhatian dari pemerintah provinsi.

“Selain dipenuhi lubang yang berisiko menyebabkan kecelakaan, jalan rusak itu juga menimbulkan kepulan debu yang cukup tebal,” kata Udin, salah satu warga.

Kondisi jalan yang sudah rusak itu diperparah dengan seringnya kendaraan besar bermuatan berat yang melintas.

“Selain menimbulkan debu yang membuat mata merah dan berbahaya bagi kesehatan, kerusakan jalan itu juga memicu terjadinya kecelakaan yang paling sering terjadi pengendara kendaraan roda dua terjatuh,” jelas Udin.

Kondisi jalur dua jalan trans Kalimantan di wilayah Petung, yakni sisi kiri arah menuju Kecamatan Waru dipenuhi lubang cukup dalam dengan diameter cukup lebar.

Banyaknya lubang dengan kedalaman hampir setengah meter di jalan sering menimbulkan kecelakaan, terutama pengendara roda dua.

“Dalam sehari ada dua sampai tiga pengendara sepeda motor jatuh akibat terperosok di lubang jalan,” ungkap Subandi, warga lainnya.

Jika musim kemarau, kendaraan yang melintas di jalan itu menimbulkan kepulan debu yang rawan menyebabkan penyakit infeksi saluran pernafasan bagi warga.

Sedangkan pada musim hujan, kondisi jalan trans Kalimantan di wilayah Kelurahan Petung itu semakin parah dan rawan kecelakaan, karena seluruh lubang jalan tergenangi air dan menjadi licin.

Warga Kelurahan Petung mengeluhkan lambannya perbaikan jalan, karena janji pemerintah untuk memperbaiki jalan trans Kalmantan di wilayah itu tidak kunjung terealisasi.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mengaku terkendala administrasi dan keterbatasan anggaran untuk melakukan perbaikan jalan tersebut.

Dari catatan Satuan Lalu Lintas Polres Penajam Paser Utara, sepanjang 2017 terjadi sebanyak 35 kasus kecelakaan lalu lintas di daerah setempat, sekitar 10 kasus di antaranya terjadi di jalur Petung. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.