Proyek WTP Lawe-Lawe Penajam Terancam Mangkrak

Ari B

Penajam, helloborneo.com – Proyek pembangunan instalasi pengolahan air bersih atau “water treatment plant” Lawe-Lawe Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, terancam tidak bisa dilanjutkan penyelesaiannya atau mangkrak, jika biaya pemesanan dan ongkos kirim mesin pompa air tidak dilunasi.

“Biaya pemesanan dan ongkos kirim mesin pompa air untuk WTP Lawe-Lawe yang dipesan dari luar negeri sampai saat ini belum dilunasi,” ungkap Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara Supardi, ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Rabu.

Pemesanan empat unit mesin pompa air yang didatangkan dari Jerman tersebut sudah memasuki tenggang waktu akhir pada Mei 2018.

Pengadaan mesin pompa air untuk instalasi pengolahan air bersih Lawe-Lawe yang dipesan itu menurut Supardi, hingga kini belum ditunda pengirimannya.

Kontraktor pelaksana kegiatan proyek pembangunan WTP Lawe-Lawe masih menunggu pencairan dana dari Pemerintah Kabupaten Penajam Paser utara untuk kemajuan pengerjaan yang telah diselesaikan.

“Kontraktor pelaksana menunggu pencairan dana dari pemerintah kabupaten untuk melanjutkan pengerjaan instalasi pengolahan air bersih Lawe-Lawe,” ungkap Supardi.

Pada 2018 lanjut Supardi, pemerintah kabupaten mencadangkan anggaran lebih kurang Rp8 miliar untuk menyelesaikan proyek pembangunan WTP Lawe-Lawe, untuk pengadaan mesin pompa air.

Proyek pembangunan instalasi pengolahan air bersih Lawe-Lawe tidak bisa dilanjutkan penyelesaiannya, karena belum ada kejelasan pencairan dana dari pemerintah Kabupaten Penajam Paser utara.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara baru membayar sekitar 10 persen dari nilai kontrak pengerjaan WTP Lawe-Lawe tersebut atau sekitar Rp4,5 miliar.

Proyek yang dibiayai melalui skema anggaran tahun jamak senilai Rp45 miliar dan dikerjakan sejak 2015 itu kemajuan fisiknya telah mencapai 85 persen.

Namun pengoperasian instalasi pengolahan air bersih yang pembangunannya bersinergi dengan Bendungan Lawe-Lawe tersebut masih terkendala pengadaan empat mesin pompa air yang didatangkan dari luar negeri dengan biaya lebih kurang Rp8 miliar. (bp/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.