Listrik RSUD Penajam Masih Sering Padam

Ari B

Penajam, helloborneo.com Listrik Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Aji Putri Botung Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, hingga saat ini masih sering padam atau mati karena kekurangan daya listrik dari PLN.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung Jense Grace Makisurat saat ditemui helloborneo.com di Penajam, Senin, mengatakan, hingga kini RSUD masih mengandalkan dua mesin genset dengan kapasitas masing-masing 500 kilovolt ampere (kVA) untuk menambah pengadaan daya listrik.

Direktur RSUD Ratu Aji Putri Botung PPU, Grace Makisurat.

“Dua mesin genset itu untuk mendukung seluruh operasional pelayanan RSUD, sementara daya listrik dari PLN baru terpenuhi 197 kVA,” ungkapnya.

Usulan penambahan daya listrik RSUD Ratu Aji Putri Botung menurut Grace Makisurat, telah diajukan dua kali, tetapi ditolak oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara.

“TAPD menolak usulan penambahan daya listrik RSUD itu karena anggaran daerah sedang mengalami defisit,” ujarnya.

Usulan pertama pada APBD Perubahan 2017 sekitar Rp2 miliar, dan pada APBD 2018 bertambah menjadi Rp4 miliar untuk pemasangan jaringan instalasi listrik serta pengadaan travo.

Hingga saat ini pelayanan RSUD Ratu Aji Putri Botung Kabupaten Penajam Paser Utara belum dapat berjalan maksimal karena keterbatasan pasokan daya listrik.

Menurut Grace Makisurat, PT PLN (Persero) Ranting Petung Kabupaten Penajam Paser Utara telah menyanggupi penambahan daya listrik RSUD Ratu Aji Putri Botung hingga 1,1 megawatt.

“Penambahan daya listrik dari PLN itu menunggu ketersediaan dana dari Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara,” tambahnya.

RSUD Ratu Aji Putri Botung masih perlu perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, sebab hingga saat ini pelayanan belum bisa dilakukan secara maksimal.

Masih banyak kebutuhan untuk keperluan operasional RSUD Ratu Aji Putri Botung yang belum terpenuhi, salah satunnya masih kekurangan daya listrik hingga 900 kVA. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.