Penajam Berhasil Tekan Kematian Sapi Bantuan Pemerintah

Ari B

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian PPU, Arief Murdiyatno.

Penajam, helloborneo.com – Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mampu menekan tingkat kematian anak sapi jenis “brahman cross” bantuan dari pemerintah pusat yang diberikan kepada kelompok peternak di daerah setempat.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Arief Murdiyatno saat dihubungi helloborneo.com di Penajam, Selasa, mengatakan angka kematian anak sapi jenis “brahman cross” berhasil ditekan sejak 2017.

Sebelumnya, periode 2015-2017 sebanyak 108 anak sapi jenis “brahman cross” bantuan dari pemerintah pusat kepada kelompok peternak di Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut mati karena diduga perawatan tidak maksimal dan kekurangan nutrisi.

“Kematian anak sapi bantuan pemerintah pusat itu, karena kelalaian dari masing-masing peternak dan kurangnya nutrisi pada pekan ternak,” ujar Arief Murdiyatno.

Untuk menekan tingkat kematian sapi jenis “brahman cross”, menurut dia, dinas pertanian melakukan tiga langkah penanganan pada indukan dan anakan sapi bantuan pemerintah pusat tersebut.

“Langkah penanganan itu mulai dari pengujian penyakit sekaligus terapi, perbaikan pakan hijau dan penambahan pakan serta penanganan gangguan reproduksi,” jelas Arief Murdiyatno.

Penanganan yang dilakukan tersebut, lanjut ia, mampu menekan tingkat kematian sapi jenis “brahman cross”, di mana periode 2017-2018 angka kematian sapi bantuan pemerintah pusat tersebut hanya mencapai 10 ekor.

Saat ini jumlah populasi sapi jenis “brahman cross” asal Australia bantuan pemerintah pusat di Kabupaten Penajam Paser Utara mencapai 1.110 ekor.

“Pertumbuhan sapi itu mengalami peningkatan sekitar 70 persen atau 400 ekor dari awalnya 710 ekor yang diberikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada 2015,” kata Arief Murdiyatno.

Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara terus melakukan upaya agar pertumbuhan populasi sapi terus mengalami peningkatan untuk memenuhi kebutuhan daging masyarakat setempat.

Untuk memenuhi kebutuhan daging masyarakat, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara masih mendatangkan sapi dari luar daerah sebanyak 30 sampai 40 persen per tahun. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.