18 Calon Komisioner KPU Penajam Lulus Psikologi

Bagus Purwa

Kantor KPU PPU.

Penajam, helloborneo.com – Sebanyak 18 calon komisioner Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Penajam Paser Utara periode 2018-2023 dinyatakan lulus tes psikologi yang digelar Tim Seleksi Anggota KPU Wilayah II Kalimantan Timur, pada 23-24 November 2018.

“Empat dari 22 pelamar calon anggota Komisi Pemilihan Umum atau KPU Kabupaten Penajam Paser Utara tidak lulus tes psikologi,” kata Ketua Tim Seleksi Anggota KPU Wilayah II Kalimantan Timur Haerul Anwar ketika dihubungi helloborneo.com dari Penajam, Selasa.

Sehingga dari 22 pendaftar calon KPU Kabupaten Penajam Paser Utara yang dinyatakan lulus tes psikologi oleh Tim Seleksi Anggota KPU wilayah II Kalimantan Timur, sebanyak 18 pelamar.

Dari empat calon anggota KPU Kabupaten Penajam Paser Utara yang tidak lulus tes psikologi tersebut menurut Haerul Anwar, satu di antaranya merupakan “incumbent” atau petahana komsioner KPU setempat.

Sedangkan untuk Kota Balikpapan lanjut ia, sebanyak 25 pelamar dinyatakan lulus tes psikologi, Kabupaten Paser 18 pendaftar, Mahakam Ulu 12 orang dan Kabupaten Kutai Barat sebanyak 12 pelamar lulus tes psikologi.

Hasil rapat tim seleksi jelas Haerul Anwar, 85 nama pelamar calon komisioner KPU Kota Balikpapan serta Kabupaten Penajam Paser Utara, Paser, Mahakam Ulu dak Kabupaten Kutai Barat tersebut dinyatakan lulus tes psikologi melalui pengumuman yang ditandatangani ketua tim seleksi.

Tim Seleksi Anggota KPU Wilayah II Kalimantan Timur menerbitkan surat Nomor 13/PP.06-Pu/64/Timsel-2/Kab-Kota/XI/2018 tentang pengumuman calon komisioner KPU yang lulus tes psikologi tersebut.

Pelamar yang lulus tes psikologi itu jelas Haerul Anwar, selanjutnya berhak mengikuti tes kesehatan dan wawancara.

“Untuk waktu dan tempat pelaksanaan tes kesehatan dan wawancara akan ditentukan kemudian oleh tim seleksi,” ujarnya.

Pemberitahuan jadwal dan tempat tes kesehatan dan wawancara tersebut tambah Haerul Anwar dapat dilihat di http://kaltim.kpu.go.id.

Ia berharap calon komisioner KPU yang lolos pada tahap seleksi benar-benar memiliki kompetensi, integritas, independen serta mandiri sehingga bisa membuat inovasi kepemiluan untuk kemajuan demokrasi. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.