Inseminasi Buatan Penajam Lampaui Target Pemerintah Pusat

Bagus Purwa

Kepala bidang peternakan dan kesehatan hewan PPU, Arief Murdiyatno .

Penajam, helloborneo.com – Program percepatan kebuntingan sapi betina produktif melalui IB atau inseminasi buatan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur mencapai 2.223 ekor, melampaui terget yang ditetapkan pemerintah pusat untuk meningkatkan populasi sapi potong.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Arief Murdiyatno saat ditemui helloborneo.com di Penajam, Rabu mengatakan, Kabupaten Penajam Paser Utara mendapat jatah 1.200 ekor sapi betina indukan harus dilakukan inseminasi buatan pada 2018.

Sepanjang 2018 lanjut ia, instansinya telah menuntaskan inseminasi buatan atau kawin suntik terhadap 2.223 ekor sapi betina produktif, melebihi target yang ditetapkan pemerintah pusat sebanyak 1.200 ekor sapi.

“Kami terus bergerak kendati sudah tuntaskan target inseminasi buatan bahkan lampui target, tinggal melakukan pemeriksaan kebuntingan dan kelahiran,” jelas Arief Murdiyatno.

Dari 2.223 sapi betina produktif dilakukan inseminasi buatan menurut dia, sekitar 1.073 ekor sapi mengalami kebuntingan, angka kebuntingan sapi melalui kawin suntik itu juga melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat sebanyak 896 ekor.

“Untuk pertambahan kelahiran ternak dari program inseminasi buatan itu, ditargetkan pada 2019 sedikitnya 1.000 hingga 1.500 ekor sapi lahir melalui program Upsus Siwab,” kata Arief Murdiyatno.

Program sapi bunting tersebut jelasnya, merupakan bagian dari target nasional melalui program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting atau Upsus Siwab, sehingga Kabupaten Penajam Paser Utara yang juga ingin swasembada daging turut mendukung program itu.

“Pemenuhan target merupakan salah satu upaya untuk dapat membantu merealisasikan tercapainya populasi sebanyak dua juta ekor sapi di Kalimantan Timur pada 2018,” ujar Arief Murdiyatno.

Upsus Siwab sebagai bentuk komitmen pemerintah pusat dalam mengejar swasembada sapi yang ditargetkan terealisasi pada 2026, untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri dalam pemenuhan pangan asal ternak, sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.

Sedangkan inseminasi buatan pada 2017, Kabupaten Penajam Paser Utara tidak mampu memenuhi target yang diberikan pemerintah pusat, sebab dari 2.419 hanya mampu melakukan kawin suntik sekisar 2.240 ekor sapi betina produktif.

Jika program Upsus Siwab tersebut berhasil dikembangkan kelompok ternak tambah Arief Murdiyatno, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara tidak perlu lagi mendatangkan sapi dari Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur untuk memenuhi kebutuhan daging masyarakat. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.