Persediaan Beras Di Penajam Cukup Hingga Lebaran

Bagus Purwa


Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kab. PPU, Surito Widarie.

Penajam, helloborneo.com – Persediaan beras di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mencukupi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Lebaran, kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan setempat Surito Widarie.

“Persediaan beras yang tersimpan di gudang Badan Urusan Logistik atau Bulog dan di lumbung masyarakat cukup berlimpah untuk mencukupi kebutuhan masyarakat,” ujar Surito Widarie ketika dihubungi helloborneo.com, Rabu.

Persediaann beras produksi lokal petani Kabupaten Penajam Paser Utara yang tersimpan di gudang Bulog dan di lumbung-lumbung masyarakat tersebut, menurut dia, mencapai 21.000 ton.

Jumlah cadangan beras itu akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara selama Ramadhan hingga usai Lebaran.

“Persediaan beras masih mencukupi untuk kebutuhan seluruh masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara hingga tiga bulan ke depan,” ujar Surito Widarie.

“Kami menjamin cadangan beras selama puasa hingga lebaran tidak akan mengalami kekurangan. Jadi masyarakat tidak perlu panik, karena persediaan beras aman,” ucapnya.

Selain itu, untuk persediaan beras dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Penajam Paser Utara juga dipastikan tidak mengalami kekurangan hingga akhir 2019.

“Persediaan beras pada tahun ini, akan tertutupi dari hasil panen para petani sepanjang 2019. Masih ada lahan peertanian di sejumlah wilayah yang belum dipanen,” jelas Surito Widarie.

Ia berharap ketersediaan kebutuhan pangan utama di Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut akan berimbas positif terhadap harga di pasaran, terutama selama Ramadhan hingga Lebaran.

Surito Widarie juga menjamin kualitas beras yang tersimpan di gudang Bulog dan yang tersebar di lumbung masyarakat cukup baik dan layak dikonsumsi.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga berencana akan menambah pasokan barang dibanding hari biasanya, untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan dari masyarakat selama Ramadhan. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.