BPBD Penajam Lakukan Pengawasan Sejumlah Obyek Wisata

Ari B

Kasubid Logistik dan Peralatan BPBD PPU , Nurlaila.

Penajam, helloborneo.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, akan menyiagakan personel untuk melakukan pengawasan di sejumlah obyek wisata di daerah itu, yang menjadi tempat favorit masyarakat untuk memanfaatkan waktu libur Lebaran.

Kepala Sub Bidang Logistik dan Peralatan BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara Nurlaila, saat ditemui helloborneo.com, Senin, mengatakan, instansinya akan menyiagakan seluruh tim reaksi cepat di sejumlah obyek wisata saat liburan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah.

Di masing-masing objek wisata, BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara menyiagakan empat personel tim reaksi cepat untuk melakukan pengawasan dan penjagaan.

Pengawasan dan penjagaan tersebut menurut Nurlaila, dilakukan di seluruh lokasi tempat wisata di wilayah Penajam Paser Utara, khususnya kawasan obyek wisata pesisir pantai.

“Posko pemantauan BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara dipusatkan di obyek wisata Pantai Tanjung Jumlai, Kecamatan Penajam,” jelasnya.

Sejumlah obyek wisata yang menjadi perhatian dalam pengawasan dan penjagaan lanjut Nurlaila, di antaranya Pantai Nipah-Nipah, Pantai Tanjung Jumlai dan Pantai Corong, serta kawasan ekowisata hutan bakau.

BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara juga menyiapkan tim untuk melakukan patroli berkeliling memantau obkek wisata di wilayah Penajam Paser Utara lainnya.

“Pemantuan di sejumlah obyek wisata itu dilakukan untuk mengantisipasi bencana saat libur Lebaran, terutama di tempat-tempat wisata,” kata Nurlaila.

“Kami akan melakukan pengawasan dan penjagaan di lokasi obyek wisata terutama wilayah pantai sampai usai waktu libur,” ujarnya.

Setiap libur Lebaran jumlah pengunjung di obyek wisata pantai di Kabupaten Penajam Paser Utara membludak, terutama di Pantai Tanjung Jumlai dan Pantai Corong pengunjungnya mencapai ribuan orang.

Pengunjung yang memadati sejumlah tempat wisata di Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut bukan saja masyarakat setempat, tetapi juga banyak dari daerah luar. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.