Jalan Pintas Pulau Balang Sisi Penajam Rampung 2019

Bagus Purwa/Ari B

Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud.

Penajam, helloborneo.com – Akses jalan pintas menuju jembatan Pulau Balang dari sisi Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, ditargetkan rampung akhir 2019 dan menunggu pembangunan jalan pendekat dari sisi Kota Balikpapan agar bisa fungsional.

Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud saat ditemui helloborneo.com, Senin, mengatakan pembebasan lahan proyek pembangunan jembatan Pulau Balang di wilayah Penajam Paser Utara sudah selesai dan sedang tahap pengerjaan untuk menyambung ke Balikpapan.

“Pengerjaan jalan pendekat sisi Penajam Paser Utara, sudah dicor dan akan tersambung ke jembatan Pulau Balang,” ungkapnya.

Namun menurut Abdul Gafur Mas’ud, permasalahannya sampai saat ini belum ada pengerjaan pembangunan jalan pendekat menuju jembatan Pulau Balang dari sisi Kota Balikpapan.

Bupati minta permasalahan yang dihadapi Pemerintah Kota Balikpapan menyangkut pembangunan akses jalan pendekat menuju jembatan Pulau Balang cepat menemukan solusi.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menginginkan adanya pembangunan jalan untuk mengkoneksikan antardaerah (kabupaten/kota) yang ada di daerah itu.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi ketika melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Penajam Paser Utara, Rabu (26/6) menyatakan pemerintah provinsi telah menyiapkan anggaran pembebasan lahan untuk akses jalan jembatan Pulau Balang sisi Kota Balikpapan.

“Telah disiapkan anggaran sekitar Rp100 miliar untuk jalan sisi Balikpapan dan pemerintah provinsi menunggu hasil mediasi bersama pemilik lahan, warga yang menolak akan diselesaikan melalui jalur pengadilan,” jelasnya.

Jembatan Pulau Balang tersebut merupakan proyek pembangunan bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, serta Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.

Pengerjaan bentang pendek jembatan Pulau Balang sepanjang 470 meter telah rampung pada 2015 dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD Provinsi Kalimantan Timur senilai sekitar Rp425 miliar.

Sedangkan untuk pembangunan jembatan Pulau Balang pada bentang panjang sepanjang 804 meter akan dilakukan Kementerian PUPR menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN senilai lebih kurang 1,3 triliun, yang dibayar dengan pola kontrak tahun jamak (multiyears contract). (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.