Satu Orang Cedera Akibat Keributan Di LPSE Penajam

Bagus Purwa

Kondisi di Depan Ruangan LPSE ULP Setkab PPU.

Penajam, helloborneo.com – Satu orang mengalami cedera atau luka tusukan pada bagian perut ketika terjadi keributan antara penyedia layanan jasa proyek di depan Kantor Lembaga Pengadaan Secara Elektronik-Unit Layanan Pengadaan (LPSE-ULP) barang dan jasa Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin.

Informasi yang diperoleh helloborneo.com menyebutkan, kedua penyedia layanan jasa yang mengikuti lelang proyek tersebut, datang ke Kantor LPSE-ULP Kabupaten Penajam Paser Utara untuk melakukan verifikasi dokumen secara manual dengan membawa sekitar puluhan massa.

Keributan yang terjadi di depan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara sekitar pukul 08.30 WITA itu, diduga adanya persaingan antara kedua penyedia layan jasa proyek renovasi Puskesmas Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam senilai lebih kurang Rp4,9 miliar.

Saat massa berada di lantai 4 depan ruangan Bagian Pengadaan Barag dan Jasa Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara tiba-tiba terjadi keributan yang mengakibatkan salah satu dari mereka mengalami luka tusukan cukup parah di bagian perut, dan pelaku penusukan melarikan diri.

Korban yang mengalami cedera tusukan tersebut saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Ratu Aji Putri Botung, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut.

“Keributan tidak seharusnya terjadi, karena ada sistem yang mengatur untuk mencegah kecurangan,” kata Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara Anang Widianto.

Sistem lelang, ujar dia, sifatnya terbuka sehingga semua dapat mengajukan penawaran sesuai teknis memenuhi persyaratan dan menawarkan harga terendah.

Berdasarkan dokumen elektronik yang dikirim oleh penyedia layanan jasa tersebut, menurut Anang Widianto, setelah dievaluasi didapatkan dua peserta yang memenuhi syarat untuk mengikuti lelang dan diundang untuk pembuktian dokumen lelang.

Kendati terjadi keributan, lanjut ia, prosedur verifikasi dokumen lelang secara manual tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Kami tetap lanjutkan proses karena tidak ada aturan yang mengharuskan menghentikan proses lelang itu, kami tunggu hingga besok (Selasa 2/7/2019),” ujar Anang Widianto.

“Sepanjang proses lelang masih berjalan, kami telah berkoordinasi dengan pihak keamanan, penjagaan dan antisipasi harus lebih maksimal lagi,” tambahnya. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.