Ari B

Penajam, helloborneo.com – Sedikitnya 2.000 tenaga pendidik atau guru di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, diusulkan melakukan tes rapid antigen untuk mengadakan simulasi pembelajaran langsung atau secara tatap muka di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara, Alimuddin saat ditemui helloborneo.com di Penajam, Jumat mengungkapkan, instansinya berencana mengadakan simulasi belajar tatap muka di sekolah.
“Kami jadwalkan simulasi pembelajaran langsung atau tatap muka di setiap SD dan SMP sederajat dimulai pada pekan depan,” ujarnya.
Sebelum melakukan simulasi tersebut, Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara mengajukan tes rapid antigen bagi sekitar 2.000 guru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat.
Tes rapid antigen terhadap tenaga pengajar tersebut menurut Alimuddin, salah satu persiapan pelaksanaan simulasi pembelajaran secara tatap muka.
“Kami ingin tidak ada penyebaran atau penularan virus corona atau COVID-19 pada simulasi itu, jadi kami usulkan guru-guru tes rapid antigen,” ucapnya.
“Usulan rapid antigen tenaga pendidik SD dan SMP itu diajukan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara,” tambah Alimuddin.
Namun jika, persediaan alat uji rapid antigen di Dinas Kesehatan tidak mencukupi lanjut ia, guru-guru siap melakukan pemeriksaan antigen secara mandiri.
Sarana prasarana pelaksanaan simulasi pembelajaran secara tatap muka jelasnya, hampir 90 persen sudah siap di setiap sekolah dan memenuhi persyaratan protokol kesehatan.
“Sudah sepakat antara MKKS (musyawarah kerja kepala sekolah) dan K3S (kelompok kerja kepala sekolah) untuk adakan simulasi, kemudian kepala sekolah, guru dan wali murid siapkan tempatnya,” kata Alimuddin.
Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara tetap berharap evaluasi dari Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19, termasuk izin dari Bupati Abdul Gafur Mas’ud untuk melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka. (adv/bp/hb)
















