DPRD PPU Berharap Penambahan Pupuk Subsidi Diakomodir Pemprov Kaltim

Foto Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Sujiati.

Penajam, helloborneo.com – Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Sujiati berharap usulan penambahan kuota pupuk bersubsidi yang diajukan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur diakomodir.

“Tahun ini kami (Komisi II DPRD PPU) telah mengajukan penambahan seribu ton. Dari awalnya jatah pupuk kita 2100 ton menjadi 3100 ton untuk satu tahun”. kata Sujiati saat ditemui helloborneo.com di kantor Sekretariat DPRD PPU, Selasa.

Kebutuhan pupuk bersubsidi lanjut Sujiati,sangat penting untuk keberlangsungan kegiatan penanaman padi di Kabupaten Penajam Paser Utara yang tidak lama lagi akan menjadi ibu kota negara baru atau IKN.

Karena tidak dipungkiri sebagian besar masyarakat petani di Kabupaten Penajam Paser Utara sampai saat ini masih bergantung pada pupuk bersubsidi karena harga pupuk non subsidi cukup mahal.

“Tidak sedikit masyarakat petani yang mengeluhkan harga pupuk non subsidi mahal. Sehingga berharap pada bantuan pupuk subsidi dari pemerintah pusat”. jelas Sujiati.

Namun sampai saat ini usulan penambahan pupuk bersubsidi dari pusat belum ada kepastian. Bahkan beredar kabar bahwa program pupuk bersubsidi tahun 2021 akan dihapus.

Menanggapi itu politisi partai gerindra Kabupaten Penajam Paser Utara, Sujiati mengatakan jika benar program pupuk subsidi dihapuskan maka dampaknya bagi petani lokal di Kabupaten Penajam Paser Utara sangat besar.

“Kami (Komisi II DPRD PPU) berharap  pemerintah provinsi dapat mengakomodir usulan petani kita. Apalagi selama ini kecamatan babulu menjadi salah satu daerah sentra penghasil padi terbesar di Kalimantan Timur”. ujar Sujiati. (adv/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.