Hearing Soal Tarif Air Bersih, DPRD PPU Sampaikan Banyak Keluhan Masyarakat

Dok. Hearing DPRD PPU Bersama Perumda Danum Taka Soal Kenaikan Tarif Air Bersih.

Penajam, helloborneo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara menggelar rapat dengar pendapat bersama manajemen Perumda Danum Taka guna membahas kenaikan tarif air bersih yang banyak dikeluhkan masyarakat selama ini.

Rapat di ruang pertemuan lantai tiga kantor Sekretariat DPRD PPU, pada hari Rabu ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Dari Partai Gerindra Raup Muin, didampingi Wakil Ketua DPRD dari PDI Perjuangan Hartono Basuki serta dihadiri Ketua komisi tiga.

Raup Muin dalam rapat tersebut menyampaikan bahwa kenaikan tarif air bersih yang diberlakukan Perumda Danum Taka sejak bulan agustus tahun 2020menuai banyak keluhan. Salah satunya terkait tingginya pembayaran air yang harus dibayar oleh masyarakat.

“Tidak sedikit masyarakat yang merasa kaget sekaligus keberatan dengan tarif air bersih pasca dinaikkan 22,5 persen. Oleh karena itu saya minta penjelasan dari pihak Perumda Danum Taka apakah kenaikan ini sudah disosialisasikan sebelumnya.” kata Raup Muin.

Menurut Politisi Partai Gerindra Raup Muin, masyarakat seharusnya wajib diberikan informasi secara menyeluruh terkait rincian kenaikan tarif air bersih tersebut. Karena tidak sedikit yang mengaku mengalami kenaikan hingga dua atau tiga kali lipat dari tarif biasanya.

Selain itu DPRD juga mempertanyakan pemanfaatan anggaran penyertaan modal yang telah diberikan pemerintah dalam dua tahun terakhir sekaligus menyinggung peran dewan pengawas perumda danum taka.

“Mungkin ada hal-hal lain yang menjadikan masyarakat sampai hari ini teriak karena pasti ada perubahan yang signifikan. Bolehlah kita menyampaikan argumen dengan dasar sesuai pimpinan tapi perbup ini perlu disampaikan, pertanyaannya sudahkah ini disampaikan ke masyarakat. Karena ini sudah menjadi keresahan di kalangan masyarakat.” tegas Raup Muin.

Sementara itu Direktur Perumda Danum Taka, Abdul Rasyid mengatakan sebelum penyesuaian tarif air diberlakukan, pihaknya telah mensosialisasikan ke 21 titik kelurahan dan kecamatan. Rencananya setelah lebaran idul fitri tahun ini dilanjutkan sosialisasi kedua kepada masyarakat.

Ia menjelaskan dasar penyesuaian tarif air bersih ini adalah perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Perhitungan Dan Penetapan Tarif Air Minum.

“Kami laporkan bahwa ada dua langkah yang kami lakukan sebelum penyesuaian tarif diberlakukan. Yang pertama ketua di bulan januari sampai februari tahun 2020 di 21 titik terutama di kelurahan dan kecamatan. Perumda danum taka sudah melakukan sosialisasi penyesuaian tarif. disitu kami sudah menyampaikan secara terbuka kepada masyarakat terutama dasar penyesuaian tarif air bersih.” terang Abdul Rasyid. (adv/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.